Bagaimana Nasib Barang Jemaah Haji yang Meninggal di Arab Saudi
Jemaah haji yang meninggal di Arab Saudi masih terus bertambah. Di saat bersamaan, sebagian jemaah sudah mulai kembali ke Indonesia.
Lalu, bagaimana nasib barang-barang jemaah haji yang meninggal?
Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, pemerintah tetap akan menyerahkan seluruh barang-barang milik jemaah yang sudah meninggal ke pihak keluarga. Nantinya koper atau tas lainnya ikut diterbangkan ke tanah air dan disimpan di embarkasi.
"Untuk koper jemaah yang wafat akan dibawa oleh maskapai. Semaksimal mungkin dibawa dengan pesawat satu embarkasi, meskipun tidak satu kloter," jelasnya, Jumat (14/7).
Setelah sampai di embarkasi, keluarga jemaah haji yang meninggal akan dihubungi. Dengan begitu, keluarga bisa datang untuk mengambil semua barang-barang itu.
"Saya kira itu salah satu upaya kita bagaimana barang-barang jemaah tetap bisa dikembalikan ke keluarganya," tambah dia.
Saat ini, PPIH Arab Saudi juga tengah memaksimalkan program tanazul atau memulangkan lebih dulu jemaah sebelum jadwalnya. Tanazul ini dilakukan bagi jemaah lansia atau berisiko tinggi. Sudah ada 633 jemaah yang ditanazulkan.
"Kita fokus bagaimana mengisi seat (kursi pesawat) yang kosong, baik karena (jemaah/penumpang sebelumnya) meninggal dunia ataupun pada saat kedatangan ada beberapa kursi pesawat yang tidak terisi, ini kita akan coba isi," jelas dia.
Pemulangan lebih dulu jemaah juga memperhatikan kondisi kesehatan. Bila dokter mengizinkan jemaah bisa pulang lebih dulu. Tanazul juga dilakukan agar kesehatan jemaah bisa terjaga karena lebih cepat bertemu dengan keluarga.
"Saya rasa ini konsen kita karena tahun ini kita mengusung tema Haji Ramah Lansia," ucap dia.
Komentar Pedas