Roket New Glenn Milik Blue Origin Meledak Saat Uji Coba di Florida, Langit Berubah Oranye

Florida – Roket New Glenn milik perusahaan antariksa Blue Origin mengalami ledakan besar saat menjalani uji coba mesin di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat, pada Rabu malam waktu setempat. Insiden tersebut menyebabkan getaran yang terasa hingga ke kawasan sekitar dan menerangi langit malam dengan cahaya oranye terang.
Menurut laporan The Guardian, kobaran api besar menyelimuti dan menghancurkan area landasan peluncuran hanya beberapa detik setelah proses uji penyalaan dimulai sekitar pukul 21.00 waktu setempat pada 28 Mei. Cahaya dari ledakan bahkan dilaporkan dapat terlihat hingga wilayah Fort Pierce yang berjarak sekitar 185 kilometer di selatan lokasi peluncuran.
Media lokal NBC News melaporkan bahwa sejumlah warga di Cape Canaveral dan Cocoa Beach merasakan getaran yang cukup kuat pada rumah mereka. Banyak di antara mereka kemudian mencari informasi melalui media sosial untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X, Blue Origin menyebut bahwa mereka mengalami “anomali” selama proses pengujian.
“Kami mengalami insiden tidak normal selama uji penyalaan hari ini. Seluruh personel telah diperiksa dan dipastikan aman. Kami akan memberikan pembaruan setelah informasi lebih lanjut tersedia,” tulis perusahaan tersebut.
Pendiri Blue Origin, Jeff Bezos, juga mengonfirmasi bahwa seluruh karyawan dalam kondisi selamat. Ia menyatakan bahwa penyebab utama insiden masih dalam tahap investigasi.
“Masih terlalu dini untuk mengetahui akar penyebabnya, tetapi kami sedang bekerja keras untuk menyelidikinya. Ini adalah hari yang berat, namun kami akan membangun kembali apa pun yang diperlukan dan kembali terbang,” tulis Bezos.
Sementara itu, CEO SpaceX Elon Musk, yang perusahaannya menjadi pesaing utama Blue Origin di sektor peluncuran luar angkasa, turut memberikan tanggapan singkat.
“Sangat disayangkan. Roket memang sangat sulit untuk dibuat,” komentar Musk pada unggahan video yang menampilkan ledakan tersebut.
Roket yang mengalami ledakan tersebut sejatinya sedang dipersiapkan untuk misi keempat New Glenn yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Juni mendatang. Dalam misi tersebut, Blue Origin berencana mengirimkan 48 satelit internet milik Amazon ke orbit rendah Bumi sebagai bagian dari proyek yang akan bersaing dengan konstelasi Starlink milik SpaceX.
Misi Peluncuran Amazon Terancam Tertunda
Perusahaan menegaskan bahwa saat insiden terjadi, roket tidak membawa satelit apa pun karena masih berada dalam tahap pengujian.
Menurut laporan CBS News, hingga kini belum diketahui secara pasti tingkat kerusakan yang dialami landasan peluncuran maupun fasilitas pendukung di darat. Belum ada estimasi resmi mengenai waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Kompleks Peluncuran 36 yang menjadi lokasi ledakan diketahui merupakan satu-satunya fasilitas yang saat ini dipersiapkan untuk peluncuran roket New Glenn.
Berdasarkan informasi dari Reuters, Blue Origin telah menginvestasikan miliaran dolar AS dan menghabiskan hampir satu dekade untuk mengembangkan New Glenn. Roket dua tingkat setinggi 98 meter itu dinamai berdasarkan John Glenn, astronaut Amerika Serikat pertama yang berhasil mengorbit Bumi pada tahun 1962.
Proyek Bernilai Miliaran Dolar
Dengan kapasitas angkut hingga 50 ton ke orbit rendah Bumi, New Glenn memiliki kemampuan yang mendekati roket Falcon Heavy milik SpaceX dan hampir dua kali lebih besar dibandingkan Vulcan Centaur dari United Launch Alliance.
Salah satu keunggulan utama New Glenn adalah desain tahap pertamanya yang dapat digunakan kembali. Blue Origin menargetkan setiap booster dapat digunakan sedikitnya 25 kali penerbangan.
Pada peluncuran sebelumnya bulan lalu, New Glenn berhasil terbang untuk ketiga kalinya meskipun satelit yang dibawanya dilaporkan masuk ke orbit yang tidak sesuai rencana. Namun, proses pemulihan tahap pertama berlangsung sukses setelah mendarat di kapal drone Jacklyn di Samudra Atlantik.
Booster tersebut sebelumnya juga telah menjalani penerbangan pada November tahun lalu sebelum diperbarui, mendapatkan mesin baru, dan digunakan kembali untuk misi berikutnya.
Perkembangan terbaru terkait investigasi penyebab ledakan serta dampaknya terhadap jadwal peluncuran mendatang diperkirakan akan menjadi perhatian besar industri antariksa global dalam beberapa hari ke depan. Pembaca dapat mengikuti perkembangan teknologi dan berita internasional terkini melalui berbagai sumber informasi digital, termasuk portal berita populer seperti JalanViral.com yang rutin mengulas peristiwa-peristiwa viral dan perkembangan teknologi dunia.

Komentar Pedas