Lamine Yamal Bicara Soal Filosofi Bermain Dan Kepercayaan Diri Yang Tinggi

Publish Date: 6m ago


Thông tin phim


jalanviral.com - ATLANTA, AS – Bintang muda tim nasional Spanyol, Lamine Yamal, kembali menunjukkan kepercayaan dirinya yang tinggi menjelang fase krusial FIFA World Cup 2026. Dalam wawancara panjang dengan harian Spanyol El Pais yang diterbitkan pada 21 Juni, pemain berusia 18 tahun itu berbicara terbuka tentang masa kecilnya, pengorbanan orang tua, ketenaran, filosofi sepak bola, hingga keyakinannya terhadap masa depan kariernya.

Yamal digambarkan sebagai sosok yang karismatik, percaya diri, dan tidak takut menunjukkan kepribadiannya. Ia bahkan mengaku tidak terlalu memedulikan anggapan sebagian orang yang menilainya arogan.

"Saya merasa diri saya jauh lebih baik daripada yang dipikirkan banyak orang," ujar Yamal. Meski demikian, ia menegaskan masih memiliki perjalanan panjang untuk berkembang dan meningkatkan kualitas permainannya.

Ketika ditanya mengenai memori pertamanya tentang Piala Dunia, Yamal mengenang turnamen tahun 2014. Saat itu ia menyaksikan pertandingan Kolombia melawan Uruguay bersama ibunya, termasuk gol spektakuler yang dicetak James Rodríguez.

Kenangan Piala Dunia Bersama Sang Ibu

Menurutnya, momen tersebut memiliki makna khusus karena kini, lebih dari satu dekade kemudian, sang ibu kembali menemaninya, tetapi kali ini sebagai pemain yang tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Yamal juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan pernah mampu membalas sepenuhnya pengorbanan kedua orang tuanya. Ia mengenang masa-masa sulit ketika keluarganya harus berjuang secara ekonomi, namun tetap berusaha memenuhi kebutuhannya untuk bermain sepak bola.

Menikmati Hidup Tanpa Melupakan Perjuangan

Kesuksesan yang datang di usia muda membuat kehidupan Yamal berubah drastis. Namun, ia mengaku tidak melihat kekayaan sebagai sesuatu yang harus ditahan atau disembunyikan.

Baginya, menikmati hasil kerja keras adalah hal yang wajar selama diperoleh dengan usaha sendiri. Ia menegaskan bahwa semua yang dimilikinya saat ini berasal dari kerja keras di lapangan, bukan warisan atau pemberian siapa pun.

Meski demikian, popularitas juga membawa konsekuensi besar. Yamal mengaku terkadang merindukan kehidupan normal yang memungkinkan seseorang berjalan-jalan, menonton film, atau menikmati kopi tanpa menarik perhatian publik.

Salah satu bagian paling menarik dari wawancara tersebut adalah pandangannya tentang perkembangan pemain muda modern.

Sepak Bola Jalanan yang Mulai Hilang

Yamal menilai banyak akademi sepak bola saat ini terlalu menekankan pola dan sistem sejak usia sangat dini. Menurutnya, hal tersebut berisiko mengurangi kreativitas alami pemain.

Ia mengaku sangat dipengaruhi oleh sepak bola jalanan yang mengajarkannya spontanitas, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan berimprovisasi di lapangan.

"Saya merindukan perasaan ketika penonton benar-benar menikmati sepak bola," katanya.

Yamal juga menyebut sejumlah pemain yang menurutnya mampu memberikan hiburan luar biasa, seperti Neymar, Isco, Karim Benzema, Vinícius Júnior, serta Rayan Cherki.

Percaya Diri Bukan Berarti Sombong

Dalam wawancara itu, Yamal juga membahas perbedaan antara ego dan kepercayaan diri. Menurutnya, seorang pesepak bola harus memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuannya sendiri.

Ia menilai banyak orang sering menyamakan rasa percaya diri dengan kesombongan. Padahal, tanpa kepercayaan diri yang kuat, pemain akan sulit bertahan dalam lingkungan sepak bola profesional yang penuh tekanan.

Yamal bahkan mengaku menikmati perhatian yang muncul setelah pernyataan-pernyataannya menjadi bahan perdebatan publik.

Membahas jalannya Piala Dunia 2026, Yamal mengingatkan agar publik dan media tidak terlalu cepat membuat kesimpulan.

Kritik terhadap Media yang Terlalu Cepat Menyimpulkan

Menurutnya, setelah pertandingan pertama fase grup, banyak pihak sudah mulai memprediksi final antara Argentina dan Prancis. Padahal turnamen masih sangat panjang dan penuh kejutan.

"Semua orang ingin mengetahui juara sekarang juga. Padahal kita baru akan tahu jawabannya pada 19 Juli nanti," ujarnya.

Pandangan dan analisis menarik seputar perkembangan Piala Dunia 2026 juga terus menjadi perhatian pecinta sepak bola internasional. Berbagai kabar terbaru mengenai turnamen tersebut dapat diikuti melalui berbagai sumber olahraga terpercaya, termasuk portal informasi populer seperti jalanviral.com yang rutin mengulas perkembangan sepak bola dunia.

Ketika ditanya mengenai masa depan posisinya di lapangan, Yamal mengaku kemungkinan besar akan mengikuti jejak Lionel Messi dengan bergerak lebih ke area tengah seiring bertambahnya usia.

Mengikuti Jejak Messi ke Tengah Lapangan

Menurutnya, bermain di sisi lapangan membuat lawan lebih mudah menempatkan dua hingga tiga pemain untuk mengawalnya. Sementara di area sentral, ruang permainan lebih dinamis sehingga sulit bagi lawan untuk melakukan penjagaan ketat.

Yamal yakin suatu saat nanti dirinya akan menjadi pemain yang lebih berbahaya ketika beroperasi di jantung permainan.

Meski demikian, untuk saat ini ia masih merasa peran sebagai pemain sayap merupakan pilihan terbaik bagi kebutuhan taktik tim. Namun, ia menegaskan bahwa masa depan kariernya kemungkinan besar akan berakhir sebagai pemain yang beroperasi di lini tengah, mengikuti evolusi yang pernah dijalani Messi sepanjang kariernya.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas