Armada Amerika Serikat Kepung Venezuela, Trump Tegaskan Tekanan Akan Terus Meningkat

jalanviral.com — Dalam pernyataan tegas yang disampaikan pada 16 Desember, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa Venezuela saat ini "telah sepenuhnya dikepung" oleh armada laut terbesar yang pernah dikerahkan di wilayah Amerika Latin.
“Venezuela sedang dikepung sepenuhnya oleh armada terbesar yang pernah dihimpun dalam sejarah Amerika Latin. Armada ini akan terus diperbesar, dan Venezuela akan menghadapi guncangan yang belum pernah mereka alami, hingga mereka mengembalikan kepada Amerika minyak, tanah, dan aset lainnya,” tulis Trump di media sosial.
Trump juga mengumumkan larangan total terhadap kapal tanker minyak yang masuk daftar sanksi, serta pelarangan penuh kapal-kapal tersebut keluar masuk wilayah perairan Venezuela. Ia menambahkan bahwa otoritas AS tengah mempercepat proses deportasi terhadap "imigran ilegal dan kriminal" yang menurutnya dikirim ke AS oleh Venezuela selama masa kepemimpinan mantan Presiden Joe Biden.
Pemerintah Venezuela merespons pernyataan tersebut dengan kecaman keras, menyebutnya sebagai "blokade maritim yang tidak masuk akal dan merupakan upaya perampasan aset milik Venezuela secara paksa".
Beberapa hari sebelumnya, pada 11 Desember, Trump menyampaikan bahwa AS telah menyita sebuah kapal tanker yang tengah berlayar di perairan Venezuela. Menurut Jaksa Agung AS Pam Bondi, kapal tersebut merupakan bagian dari jaringan pengiriman minyak ilegal yang membawa minyak dari Venezuela dan Iran, yang keduanya tengah berada di bawah sanksi internasional.
Amerika Serikat sendiri telah memberlakukan serangkaian sanksi terhadap sektor minyak Venezuela, industri vital yang menopang perekonomian negara tersebut. Penyitaan terhadap ekspor minyak Venezuela dinilai dapat memperburuk krisis ekonomi yang sudah berlangsung lama.
Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Trump secara konsisten meningkatkan tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah-langkah tersebut mencakup pengerahan peralatan militer dengan dalih operasi pemberantasan narkoba di wilayah tersebut. Operasi tersebut disebut telah menyebabkan kematian sedikitnya 90 orang yang diduga terlibat dalam pengiriman narkotika melalui jalur laut.
Saat ini, kekuatan militer AS di sekitar Venezuela mencakup gugus tempur kapal induk USS Gerald R. Ford, delapan kapal permukaan, satu kapal operasi khusus, satu kapal selam serang, jet tempur siluman F-35, pesawat tempur darat AC-130, pesawat angkut, drone militer, pesawat perang elektronik, hingga pesawat penyelamat, dengan total personel lebih dari 15.000 tentara.
Pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 dan KC-46 juga kerap beroperasi dari pangkalan-pangkalan udara di kawasan tersebut. Jet tempur F/A-18 dan pembom strategis B-52 bahkan pernah mendekati wilayah udara Venezuela.
Presiden Nicolas Maduro menilai bahwa pengerahan kekuatan besar-besaran ini merupakan sinyal kuat bahwa Amerika Serikat memiliki niat untuk menggulingkan pemerintahannya dan merebut kendali atas cadangan minyak terbesar di dunia yang dimiliki Venezuela.
Untuk mendapatkan informasi aktual dan tajam lainnya tentang dinamika geopolitik global, silakan kunjungi jalanviral.com — sumber berita pilihan Anda untuk isu-isu internasional terkini.

Komentar Pedas