Banjir Bandang Nepal Tewaskan Hampir 360 Orang, Ratusan Warga Asing Masih Hilang

Publish Date: -5812s ago


Thông tin phim


Nhà cửa ngập trong bùn đất tại huyện Nuwakot, Nepal sau trận lũ quét ngày 26/8. Ảnh: AFP

jalanviral.com - KATHMANDU – Korban jiwa akibat banjir bandang dahsyat yang menerjang wilayah Nepal di dekat perbatasan Tibet terus bertambah. Hingga Kamis, 27 Agustus 2026, kepolisian Nepal melaporkan sedikitnya 359 orang meninggal dunia, sementara lebih dari 900 orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Bencana yang terjadi pada 26 Agustus itu menjadi salah satu tragedi alam paling mematikan di kawasan Himalaya dalam beberapa tahun terakhir. Aliran air bercampur lumpur, batu, dan material es menerjang lembah dengan sangat cepat, menghancurkan permukiman, jalan, jembatan hingga sejumlah fasilitas energi.

Menurut otoritas Nepal, dari sekitar 910 orang yang masih hilang, 517 di antaranya merupakan warga negara asing. Kondisi ini membuat operasi pencarian melibatkan koordinasi dengan berbagai negara, terutama karena kawasan tersebut merupakan jalur yang banyak dilewati wisatawan dan peziarah menuju wilayah Himalaya dan Tibet.

Di sisi China, pemerintah setempat sebelumnya melaporkan sedikitnya tiga orang tewas di wilayah Gyirong, Tibet, sementara ratusan lainnya belum ditemukan. Sejumlah warga asing juga tercatat berada di antara mereka yang hilang.

Tim penyelamat Nepal telah mengerahkan helikopter untuk menjangkau desa-desa yang terputus akibat rusaknya akses darat. Bantuan berupa makanan, air bersih dan kebutuhan darurat juga dikirimkan kepada ribuan warga yang masih terisolasi.

Pasukan keamanan bersama anjing pelacak dikerahkan untuk menyisir kawasan yang tertutup lumpur dan timbunan batu. Upaya pencarian menghadapi tantangan besar karena sebagian jalan utama rusak, jaringan listrik terganggu dan kondisi medan pegunungan menyulitkan pergerakan alat berat.

Di tengah operasi tersebut, petugas berhasil mengetahui keberadaan sekitar 100 warga India, sebagian besar merupakan peziarah, serta 25 pekerja asal China di sekitar kawasan Trishuli yang terdampak parah.

Perhatian kini tidak hanya tertuju pada pencarian korban. Otoritas juga mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir susulan setelah material longsoran dalam jumlah besar menghambat aliran sungai di wilayah hulu.

Ancaman Banjir Susulan Masih Membayangi

jalanviral.com - Penumpukan air di belakang material tersebut dapat membentuk semacam bendungan alami. Jika struktur itu runtuh secara tiba-tiba, volume air yang besar berpotensi kembali mengalir ke kawasan hilir dalam waktu singkat.

Lembaga pemantau banjir Nepal telah mengeluarkan peringatan khusus bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Bhote Koshi. Wisatawan dan personel penyelamat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama berada di daerah rawan.

China turut meningkatkan operasi penanganan bencana dengan mengirim ratusan personel penyelamat, anjing pelacak serta peralatan pendukung. Pemerintah Beijing menyatakan terus berkoordinasi dengan Nepal untuk mempercepat pencarian korban dan distribusi bantuan.

Besarnya skala bencana membuat perkembangan dari kawasan Nepal-Tibet menjadi perhatian internasional. jalanviral.com juga mengikuti pembaruan situasi ini, terutama proses pencarian ratusan korban yang belum ditemukan serta kondisi masyarakat di wilayah yang terisolasi.

Đường đi của lũ quét như sóng thần ở biên giới Nepal - Trung Quốc. Bấm vào ảnh để xem đầy đủ

Runtuhnya Gletser Diduga Menjadi Pemicu

jalanviral.com - Investigasi awal mengarah pada runtuhnya bagian gletser di kawasan Himalaya sebagai pemicu utama bencana. Material es dan batu dalam jumlah besar jatuh ke lembah dan menghasilkan aliran berkecepatan tinggi yang kemudian menyapu kawasan di sepanjang jalur sungai.

Gelombang air dan material tersebut bergerak seperti banjir lumpur raksasa. Dalam waktu singkat, sejumlah desa terendam, kendaraan terseret dan infrastruktur penting mengalami kerusakan berat.

Para ilmuwan sebelumnya telah berulang kali memperingatkan meningkatnya risiko bencana terkait gletser di kawasan Himalaya. Kenaikan temperatur dapat mempercepat pencairan es dan memengaruhi kestabilan lereng pegunungan.

Namun, para ahli menekankan bahwa hubungan langsung antara perubahan iklim dan satu peristiwa tertentu tetap membutuhkan penelitian lebih lanjut. Penyebab pasti runtuhnya gletser harus dianalisis berdasarkan kondisi geologi, temperatur, curah hujan dan perubahan struktur es sebelum kesimpulan definitif dapat dibuat.

Tragedi ini sekaligus menunjukkan tingginya kerentanan masyarakat Himalaya terhadap bencana berantai. Runtuhnya gletser bukan hanya dapat menghasilkan banjir secara langsung, tetapi juga dapat memicu longsor, membentuk bendungan alami dan mengancam kawasan yang berada puluhan kilometer di hilir.

Dengan lebih dari 900 orang masih hilang hanya di Nepal, jumlah korban masih berpotensi berubah seiring berjalannya operasi pencarian. Fokus pemerintah saat ini adalah menemukan korban selamat, membuka kembali akses menuju daerah terisolasi dan memastikan ancaman banjir susulan dapat dipantau sedini mungkin.

Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas