Bjorka Hacker Diduga Kembali Berulah hingga Buat Polri Selidiki Kebocoran Data Dengan Melibatkan BSSN dan BIN
Bjorka Hacker diduga kembali berulah dengan membocorkan data data penting yang disebar di situs dark web.
Hal tersebut membuat tim siber Polri dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Badan Intelijen Negara untuk menyelidiki informasi tersebut.
Bjorka Hacker merupakan salah peretas yang dikenal karena aksinya membocorkan berbagai data pelanggan Indihome hingga data KPU.
Ada ratusan juta data pelanggan yang berukuran puluhan gigabyte yang dibocorkan di situs dark web oleh peretas tersebut.
Belum lama ini Bjorka Hacker telah dituduh jadi penyebab bocornya data institusi kepolisian Republik Indonesia.
Diketahui terdapat informasi yang beredar mengenai tersebarnya data kepolisian oleh seseorang mengaku sebagai Bjorka Hacker.
Informasi kebocoran data tersebut diunggah oleh akun Twitter @darktracer_int sekaligus ditampilkan gambar data yang berhasil didapatkan.
Data yang didapatkan ternyata disebar di dalam forum pengguna internet yang bernama Exposed Forums dengan id penyebar adalah Bjorka.
Tersebarnya data tersebut membuat tim dari Direktorat Siber Polri bekerja sama dengan BSSN dan BIN untuk mengungkap dalang dibalik kebocoran itu.
“Polri, Direktorat Siber masih mendalami kasus tersebut, tentu bekerja sama dengan stakeholder siber lainnya ya, yaitu BAIS, BSSN, BIN dan Kementerian Kominfo,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan.
Ramadhan pun enggan berspekulasi atas data yang beredar di media sosial itu benar milik Polri atau bukan.
"Untuk kasus ini kita tidak bisa berasumsi. Didalami dulu sama Siber ya," tuturnya.
Tim yang telah dibentuk juga akan berhati-hati dalam menangani kasus tersebut sehingga telah ada bukti kebenarannya.
Dittipidsiber dengan dibantu Bareskrim Polri akan terus menindaklanjuti informasi mengenai kebocoran data tersebut.
Sementara itu Bjorka Hacker membantah tuduhan yang dilayangkan padanya soal menyebar data institusi kepolisian.
Dia juga menuduh orang yang memakai inisialnya untuk melakukan peretasan hanyalah peniru yang mengaku-ngaku saja.***
Komentar Pedas