Iran Kembali Peringatkan Swedia dan Denmark Soal Pembakaran Alquran
Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Senin memperingatkan Swedia dan Denmark tentang konsekuensi pembakaran Al Quran, yang telah memicu protes di negara-negara Muslim.
"Pembakaran Alquran adalah tindakan yang menjijikkan dan tidak dapat diterima yang tidak dapat dibenarkan oleh kebebasan berbicara," kata juru bicara kementerian tersebut.
"Iran menyerukan kepada Swedia dan Denmark untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku dan menghentikan tindakan provokatif yang dapat membahayakan perdamaian dan keamanan."
Pembakaran Alquran di Swedia dimulai pada bulan Juni oleh Rasmus Paludan, seorang aktivis sayap kanan Denmark.
Paludan telah merencanakan untuk membakar Alquran di beberapa kota di Swedia, tetapi polisi telah berhasil mencegahnya. Namun, aksi-aksinya telah memicu protes di beberapa kota, termasuk Stockholm, Malmo, dan Gothenburg.
Pembakaran Alquran di Denmark juga telah menimbulkan kemarahan di dunia Muslim. Beberapa negara, termasuk Iran, Pakistan, dan Qatar, telah memanggil duta besar Denmark untuk memprotes tindakan tersebut.
Iran telah memperingatkan Swedia dan Denmark tentang konsekuensi pembakaran Alquran sebelumnya. Pada bulan Juni, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa tindakan tersebut akan "memiliki konsekuensi yang serius".
Pembakaran Alquran adalah tindakan yang dibenci oleh umat Islam. Alquran adalah kitab suci umat Islam dan dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia. Pembakaran Alquran dianggap sebagai penghinaan terhadap Islam dan umat Muslim.
Komentar Pedas