Libur Lebaran, Pengunjung Naik Candi Borobudur Dibatasi Cuma 150 Orang
Selama libur lebaran, Candi Borobudur diprediksi akan tetap menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai didatangi pengunjung. Namun, jumlah pengunjung yang naik ke Candi Borobudur masih terbatas.
Direktur Utama Taman Wisata Candi (TWC), Febrina Intan, mengungkapkan, ketika libur lebaran nanti, layanan mendaki Candi Borobudur baru dibuka sampai kuota 150 orang per jam, setelah sebelumnya ada larangan mendaki.
"Tidak ada perubahan jumlah karena kami sudah setuju bahwa pada satu hari 1.200 orang yang diizinkan untuk naik. Dan hanya 150 orang dalam satu masa," ujar Febrina dalam konferensi pers bersama Injourney, Kamis (13/4), seperti dikutip dari Detik.
Febrina menyatakan, dalam satu jam hanya boleh 150 orang yang naik ke Candi Borobudur dan itu pun dibagi menjadi sepuluh kelompok. Dalam satu kelompok hanya terdiri dari 15 orang yang dipandu guide khusus.
Dia menambahkan, untuk pengunjung yang naik ke Candi Borobudur juga mesti memakai sandal khusus yang bernama upanat. Tujuannya tentu agar kelestarian Candi Borobudur secara fisik tetap terjaga.
Febrina menyebut, kajian uji coba di lapangan telah dilakukan TWC terkait pembatasan pengunjung di Candi Borobudur. Pertama yakni uji tertutup yang dilakukan hampir satu bulan yang lalu.
"Dalam artian online reservation hanya bisa dilakukan on location, jadi belum ada informasi atau link yang kita sebarkan di sosial media," ucapnya.
Selanjutnya yang dilakukan adalah uji coba terbuka, yang terkait kajian lapangan terbuka atau siapapun bisa mengakses registrasi online untuk bisa naik ke Candi Borobudur.
Sekarang, pihak TWC sendiri masih terus menjalankan uji coba terbuka, uji lapangan yang kedua, sehingga tidak ada perubahan saat hari raya Idulfitri.
"Jadi untuk hari raya, kami tetap melakukan hal yang sama. Jadi tetap memberi kesempatan kepada mereka yang ingin naik candi. Masih dalam taraf kajian lapangan ya. Jadi belum secara formal," katanya.
Kebijakan ini, kata dia, dilakukan untuk kepentingan internal supaya bisa melihat dan mengelola orang banyak yang akan naik ke struktur Candi Borobudur.
Untuk menjaga kerumunan, pihak TWC akan menggelar banyak aktivitas di luar wilayah Zona I Candi Borobudur, tepatnya di zona II, yang akan memecah pengunjung.
"Jadi orang-orang tidak hanya berkumpul di struktur candi tapi banyak sekali kegiatan-kegiatan yang bisa mereka lakukan selain hanya naik candi," terangnya.
Komentar Pedas