SMAN 1 Pontianak Tegas Tolak Final Ulang LCC 4 Pilar MPR Usai Polemik Penilaian
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5672813/original/028858600_1778497603-03c64b4f73069593aac03f5f6935f5a72384f1b7.webp)
jalanviral.com - SMAN 1 Pontianak menegaskan sikapnya untuk tidak mengikuti final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat setelah muncul polemik penilaian juri dalam babak final. Keputusan tersebut disampaikan secara resmi melalui pernyataan sikap sekolah yang dipublikasikan lewat akun Instagram resmi @smasaptk.informasi pada Kamis (14/5/2026).
Langkah ini menjadi perhatian publik setelah MPR RI memutuskan mengulang partai final LCC 4 Pilar akibat adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang dinilai sama-sama keliru dari dua kelompok peserta berbeda. Polemik tersebut memicu berbagai tanggapan di media sosial dan menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di berbagai platform informasi, termasuk portal berita dan kanal viral seperti jalanviral.com.
Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, pihak sekolah menegaskan bahwa keputusan mereka bukan bentuk serangan terhadap penyelenggara maupun upaya menjatuhkan kredibilitas lembaga tertentu.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” demikian kutipan pernyataan sikap sekolah.
Pihak sekolah menjelaskan bahwa sejak awal mereka hanya menginginkan adanya klarifikasi atas poin-poin yang dianggap bermasalah dalam proses penilaian final lomba. Mereka juga menegaskan tetap menghormati hasil yang telah ditetapkan dan mendukung SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat pada ajang tingkat nasional.
Dalam delapan poin sikap resminya, SMAN 1 Pontianak menekankan pentingnya transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kompetisi pendidikan. Sekolah juga meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan dengan semangat persatuan dan saling menghargai.
Selain itu, pihak sekolah berharap polemik ini dapat menjadi pelajaran untuk menciptakan iklim pendidikan yang lebih kondusif, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Keputusan pengulangan final sebelumnya diumumkan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Ia memastikan final ulang akan digelar dalam waktu dekat dengan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi.
“Kami memutuskan bahwa Lomba Cerdas Cermat tingkat Kalimantan Barat yang final akan dilakukan ulang pada waktu yang segera diputuskan secepatnya,” ujar Muzani.
Menurutnya, keterlibatan juri independen dilakukan agar proses penilaian berjalan lebih objektif dan profesional. Pimpinan MPR RI juga disebut akan mengawasi langsung jalannya final ulang dari awal hingga akhir pertandingan.
Muzani turut mengapresiasi sikap para peserta yang menyampaikan protes secara terbuka dan demokratis. Ia menilai keberanian peserta dalam menyuarakan keberatan merupakan bagian dari pembelajaran demokrasi yang sehat di lingkungan pendidikan.
Perkembangan polemik LCC 4 Pilar ini pun terus menjadi sorotan publik dan memicu diskusi luas di media sosial. Berbagai informasi terbaru terkait isu pendidikan, kompetisi pelajar, hingga peristiwa nasional lainnya juga banyak dibahas di platform berita digital seperti jalanviral.com yang belakangan ramai diakses warganet Indonesia.

Komentar Pedas