Serangkaian Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Iran

Publish Date: 11 Mar 2026


Thông tin phim


jalanviral.com – Sedikitnya tiga kapal dagang dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Rabu (11/3), ketika ketegangan militer terkait konflik Iran terus meningkat. Dalam salah satu insiden, sebuah kapal dilaporkan terbakar sehingga awak kapal harus dievakuasi.

Pusat Koordinasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menyatakan telah menerima laporan mengenai tiga insiden terpisah yang melibatkan kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz—jalur pelayaran strategis yang sering disebut sebagai “titik sempit” perdagangan energi dunia di kawasan Teluk.

Serangan terbaru dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.05 GMT atau 09.05 WIB di perairan sekitar 93 kilometer barat laut Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Menurut UKMTO, kapal tersebut terkena proyektil yang belum dapat diidentifikasi. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan tidak ada dampak lingkungan yang tercatat.

Sebelumnya, sebuah kapal dagang lain juga dilaporkan diserang di perairan barat laut Ras al-Khaymah, UEA, sekitar 40 kilometer dari garis pantai. Dalam insiden terpisah di perairan utara Oman, sebuah kapal dilaporkan terbakar setelah terkena serangan, memaksa awak kapal meninggalkan kapal demi keselamatan.

Xuồng cao tốc của Vệ binh Cách mạng Hồi giáo Iran di chuyển quanh một tàu chở dầu trong cuộc diễn tập trên eo biển Hormuz ngày 17/2. Ảnh: AFP

Dalam pernyataannya, UKMTO mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut agar meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada otoritas terkait, sambil menunggu hasil investigasi resmi atas rangkaian insiden tersebut.

Serangkaian serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat mengumumkan telah menghancurkan sejumlah kapal penebar ranjau milik Iran di sekitar Selat Hormuz pada 10 Maret. Langkah tersebut disebut bertujuan mencegah kemungkinan penutupan jalur pelayaran strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran sebelumnya memperingatkan tidak akan mengizinkan “bahkan setetes minyak pun” melewati Selat Hormuz, pernyataan yang memicu kekhawatiran di pasar energi global serta potensi gangguan pasokan, khususnya bagi negara-negara Asia.

Meski demikian, sejumlah kapal tanker yang diduga memiliki keterkaitan dengan Iran masih terpantau melintasi selat tersebut. Beberapa di antaranya menjalankan pelayaran secara “gelap” dengan mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS), yang biasanya digunakan untuk melacak posisi kapal.

Perusahaan keamanan maritim Neptune P2P Group melaporkan bahwa sejak 8 Maret setidaknya tujuh kapal telah melintasi Selat Hormuz, dengan lima di antaranya terkait perusahaan pelayaran yang berafiliasi dengan Iran.

Sementara itu, perusahaan pemantau pasar komoditas Kpler menyebut Iran telah kembali mengekspor minyak mentah dari pelabuhan Jask di Teluk Oman. Sebuah kapal tanker dilaporkan memuat sekitar dua juta barel minyak dari pelabuhan tersebut pada 7 Maret.

Pekan lalu, Presiden dan CEO perusahaan energi raksasa Arab Saudi, Aramco, Amin Nasser, memperingatkan bahwa gangguan terhadap lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global.

Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan geopolitik dan ekonomi internasional secara lebih luas, berbagai laporan analisis dan berita terkini juga dapat ditemukan melalui portal informasi regional seperti jalanviral.com, yang kerap merangkum isu global yang sedang menjadi perhatian publik.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas