Tiongkok Kirim Utusan Khusus Untuk Mediasi Konflik Kamboja

Thailand

Publish Date: 19 Dec 2025

Tentara dan kendaraan lapis baja Thailand berada di pos perbatasan Bueng Takuan pada 10 Desember.



Thông tin phim


Random image
Tentara dan kendaraan lapis baja Thailand berada di pos perbatasan Bueng Takuan pada 10 Desember.

jalanviral.com – Beijing – Pemerintah Tiongkok mengumumkan pengiriman seorang utusan khusus urusan Asia ke Kamboja dan Thailand guna memediasi konflik perbatasan yang tengah memanas antara kedua negara Asia Tenggara tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada 17 Desember menyatakan bahwa Beijing secara aktif memantau perkembangan situasi konflik di kawasan perbatasan Kamboja - Thailand. Langkah diplomatik pun telah dilakukan guna mendorong perdamaian dan meredakan ketegangan militer.

Menurut pernyataan resmi, Deng Xijun – Utusan Khusus Kementerian Luar Negeri Tiongkok untuk Urusan Asia – dijadwalkan mengunjungi Phnom Penh dan Bangkok pada 18 Desember. Kunjungan ini bertujuan sebagai upaya menjembatani komunikasi kedua belah pihak dan mendorong pemulihan damai secepat mungkin.

Menanggapi laporan bahwa militer Thailand menyita berbagai peralatan militer milik Kamboja, termasuk rudal antitank dan senjata recoilless buatan Tiongkok, pihak Beijing menegaskan bahwa kerja sama pertahanan yang terjalin dengan kedua negara bersifat jangka panjang, tidak ditujukan kepada pihak ketiga mana pun, dan tidak berkaitan dengan konflik bersenjata yang sedang berlangsung.

Konflik antara Kamboja dan Thailand meletus pada 7 Desember, ketika pasukan kedua negara terlibat baku tembak di wilayah perbatasan yang disengketakan. Dalam beberapa hari berikutnya, kedua pihak menggunakan senjata berat, termasuk jet tempur F-16 dan peluncur roket multi-laras, untuk menyerang posisi lawan di sepanjang garis konflik.

Data terbaru dari militer Thailand dan Kementerian Dalam Negeri Kamboja hingga 16 Desember mencatat sedikitnya 39 korban tewas, termasuk 21 tentara dan satu warga sipil dari pihak Thailand, serta 18 warga sipil Kamboja.

Ratusan ribu warga dari kedua negara terpaksa mengungsi demi keselamatan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah mengadakan percakapan telepon dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja guna menyerukan penghentian kekerasan. Namun, pertempuran masih terus berlanjut hingga hari-hari terakhir.

Perkembangan terbaru ini terus menarik perhatian masyarakat internasional. Bagi pembaca yang ingin mendapatkan update cepat dan mendalam seputar konflik regional dan berita dunia lainnya, silakan kunjungi jalanviral.com – portal berita online yang menyajikan informasi faktual dan terpercaya setiap hari.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas