Transportasi Umum Jakarta Masuk 15 Besar Terbaik Dunia 2026, Tempati Peringkat Kedua di ASEAN

Publish Date: -19848s ago


Thông tin phim


Random image

jalanviral.com - JAKARTA – Sistem transportasi umum Jakarta kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional. Ibu kota Indonesia berhasil menempati peringkat ke-15 dalam daftar 20 kota dengan transportasi publik terbaik dunia pada 2026 versi majalah perjalanan internasional Time Out. Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan Jakarta sebagai kota dengan layanan transportasi umum terbaik kedua di kawasan Asia Tenggara, hanya berada di bawah Singapura.

Hasil pemeringkatan yang diumumkan pada Oktober 2026 itu menjadi salah satu indikator meningkatnya penilaian masyarakat terhadap kualitas transportasi publik di Jakarta. Berdasarkan survei tersebut, sebanyak 79,2 persen responden memberikan penilaian positif terhadap layanan angkutan umum di ibu kota.

Pencapaian ini menunjukkan perkembangan yang cukup berarti bagi Jakarta, terutama setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan kemacetan, kepadatan kendaraan pribadi, serta keterbatasan konektivitas antarmoda transportasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah terus memperluas jaringan angkutan massal dan mengembangkan sistem perjalanan yang lebih terintegrasi.

Jakarta juga berhasil memperbaiki posisinya dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, kota ini berada di peringkat ke-17 dunia, sebelum naik dua tingkat ke posisi ke-15 pada 2026.

Survei Time Out melibatkan lebih dari 24.000 penduduk dari berbagai kota di dunia. Para responden diminta menilai kualitas transportasi umum di wilayah tempat tinggal mereka menggunakan skala satu hingga lima, mulai dari sangat buruk hingga luar biasa. Peringkat kemudian ditentukan berdasarkan persentase penduduk yang memberikan penilaian baik atau luar biasa terhadap layanan transportasi publik.

Dalam daftar tersebut, Taipei di Taiwan menempati posisi pertama dunia dengan penilaian positif mencapai 95 persen. Singapura menyusul di peringkat kedua dengan 93,5 persen, sementara Hong Kong berada di posisi ketiga dengan 92,8 persen.

Sejumlah kota besar lainnya, termasuk Edinburgh, Seoul, Zurich, dan Wina, turut menempati posisi teratas. Adapun Jakarta berada di atas beberapa kota internasional seperti Riyadh, Hamburg, Amsterdam, Vancouver, dan Oslo.

Keberhasilan Jakarta masuk kelompok 15 besar menjadi perkembangan penting karena kota ini harus menghadapi tantangan mobilitas perkotaan yang kompleks. Tingginya aktivitas ekonomi, besarnya jumlah perjalanan harian, dan pergerakan penduduk dari wilayah penyangga menuntut sistem transportasi yang mampu melayani masyarakat secara efisien.

Integrasi MRT, LRT, dan Transjakarta Jadi Kunci Perkembangan

jalanviral.com - Perbaikan kualitas transportasi publik Jakarta tidak dapat dilepaskan dari pembangunan dan integrasi berbagai moda angkutan massal. Kehadiran MRT Jakarta, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, hingga Mikrotrans memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi masyarakat yang sebelumnya sangat bergantung pada kendaraan pribadi.

MRT Jakarta menjadi salah satu tulang punggung transportasi perkotaan karena menawarkan perjalanan yang relatif terjadwal dan tidak terpengaruh langsung oleh kemacetan jalan raya. Sementara itu, Transjakarta menyediakan jaringan bus dengan cakupan pelayanan luas yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat perkantoran, kawasan perdagangan, dan berbagai fasilitas publik.

LRT turut melengkapi pilihan transportasi berbasis rel, sedangkan Mikrotrans berperan sebagai layanan pengumpan yang membantu penumpang menjangkau jaringan transportasi utama dari kawasan permukiman.

Integrasi tersebut memberikan manfaat penting bagi pengguna. Perjalanan yang sebelumnya membutuhkan beberapa kendaraan dengan sistem pembayaran dan titik perpindahan berbeda kini semakin mudah dilakukan melalui jaringan transportasi yang saling terhubung.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin, 19 Oktober 2026, turut menyoroti peningkatan posisi Jakarta dalam pemeringkatan internasional tersebut. Menurutnya, semakin baiknya integrasi antara MRT, LRT, Transjakarta, Transjabodetabek, dan Mikrotrans menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan kualitas transportasi publik di ibu kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mendorong peningkatan konektivitas transportasi menuju kawasan penyangga. Langkah ini dipandang penting mengingat sebagian perjalanan harian di Jakarta berasal dari wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Dalam perkembangan sebelumnya, pemerintah daerah menyatakan bahwa cakupan layanan transportasi publik Jakarta telah menjangkau lebih dari 93 persen wilayah kota. Meski demikian, luasnya jangkauan jaringan belum sepenuhnya menjamin kemudahan akses bagi seluruh warga, terutama mereka yang tinggal jauh dari halte maupun stasiun utama.

Pengakuan internasional terhadap transportasi umum Jakarta merupakan kabar positif, tetapi tidak berarti seluruh persoalan mobilitas perkotaan telah terselesaikan.

Peringkat Dunia Meningkat, Tantangan Transportasi Jakarta Belum Selesai

jalanviral.com - Kemacetan masih menjadi tantangan utama, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan kerja. Kepadatan penumpang, waktu tunggu, kenyamanan fasilitas, akses pejalan kaki, serta kemudahan perpindahan antarmoda juga tetap menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian.

Salah satu tantangan yang cukup penting adalah menyediakan transportasi penghubung dari rumah menuju halte atau stasiun terdekat. Bagi sebagian masyarakat, perjalanan menggunakan angkutan umum masih dianggap kurang praktis apabila jarak menuju titik keberangkatan terlalu jauh atau membutuhkan beberapa kali perpindahan.

Selain memperluas jaringan, peningkatan kualitas fasilitas pejalan kaki dan akses bagi penyandang disabilitas juga menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi yang benar-benar inklusif.

Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa perkembangan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan. Ketepatan jadwal, keamanan, kebersihan, keterjangkauan tarif, dan ketersediaan informasi perjalanan merupakan faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum secara rutin.

Di sisi lain, hasil survei Time Out perlu dipahami sebagai pemeringkatan berdasarkan persepsi penduduk terhadap layanan transportasi di kota masing-masing. Angka 79,2 persen mencerminkan proporsi penilaian positif responden, bukan ukuran langsung terhadap seluruh indikator teknis seperti ketepatan waktu, panjang jaringan, atau tingkat kemacetan.

Karena itu, posisi Jakarta di peringkat ke-15 dunia lebih tepat dipandang sebagai pengakuan terhadap pengalaman dan penilaian pengguna, sekaligus dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan.

Keberhasilan Singapura menempati posisi kedua dunia juga menjadi gambaran bahwa pengembangan transportasi publik memerlukan perencanaan jangka panjang, integrasi layanan, serta konsistensi kebijakan. Sebagai dua kota besar di Asia Tenggara dengan karakteristik dan tantangan berbeda, Jakarta dan Singapura menunjukkan bahwa kualitas mobilitas perkotaan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat.

Bagi Jakarta, peningkatan peringkat internasional dapat menjadi momentum untuk mempercepat transformasi menuju kota yang lebih ramah bagi pengguna transportasi umum. Investasi infrastruktur perlu dibarengi dengan kebijakan yang mempermudah masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal.

Perkembangan ini juga menjadi perhatian dalam pembahasan mengenai pembangunan perkotaan, mobilitas berkelanjutan, dan kualitas infrastruktur di kawasan Asia Tenggara. Melalui pemberitaan dan analisis perkembangan kota di jalanviral.com, kemajuan transportasi Jakarta dapat dilihat sebagai bagian dari perubahan lebih luas dalam upaya menghadirkan layanan publik yang semakin modern, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan Jakarta menempati peringkat ke-15 dunia dan posisi kedua di ASEAN bukan sekadar pencapaian dalam daftar internasional. Hasil tersebut mencerminkan adanya perubahan positif dalam penilaian masyarakat terhadap sistem transportasi ibu kota.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memastikan manfaat pembangunan transportasi dapat dirasakan oleh semakin banyak penduduk. Jika integrasi antarmoda, perluasan jangkauan, dan kenyamanan pengguna terus diperbaiki, Jakarta memiliki peluang untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kota dengan sistem transportasi publik unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas