Viral Todongkan Pistol Saat Tagih Utang, Ketua Demokrat Solok Bilang Mancis
Video dengan narasi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok, Ismael Koto, menodongkan benda mirip pistol ke seseorang yang disebut-sebut tim kampanyenya viral di media sosial. Kasus ini sedang diselidiki polisi.
Dalam video yang berdurasi 5 menit 22 detik tersebut, tampak perdebatan tiga orang, satu dari mereka adalah Ismael Koto, yang saat itu mengenakan baju kaus berwarna merah. Ia terlihat emosi saat menagih uang sebesar Rp 5 juta kepada korban.
Kasat Reskrim Polres Solok Iptu Heddy Permana Putra membenarkan video tersebut. Menurutnya, pihaknya sudah monitor kejadian itu.
Mendengar respons korban, salah seorang pria lain yang diduga Deki yang dimaksud Yulmar membantah penjelasan korban. Dia mengaku penjelasan Yulmar berbeda dengan yang dia maksud.
"Kata saya seperti ini pada kamu Yul. Kalau semisalnya kamu lancar membayar ini, siap Pemilu, kalau ada kesepakatan kita meminjam modal tanam pada bapak (Ismael Koto). Angsur modal itu, bukan modal tanam siap tiga kali bayar. Salah dengar kamu itu," ungkap pria tersebut.

Mendengar penjelasan Yulmar, Ismael Koto kembali tersulut emosi. Ismael Koto tampak menunjuk korban sembari mengatakan korban bodoh.
Di pertengahan video, tampak Ismael Koto mengunci pintu rumahnya. Sembari meninggalkan Yulmar dengan Deki. Sementara seorang perempuan yang diduga istri juga tampak menghampiri korban. Yulmar kembali menjelaskan alasan belum bisa melunasi hutangnya.
Di akhir video, Ismael Koto yang telah tersulut emosi mendatangi korban kemudian mengeluarkan benda mirip pistol dari dalam saku belakang celananya.
Senjata mirip pistol itu kemudian diarahkan ke kepala Yulmar.
"Itu kayak mana? saya tidak pernah mengeluarkan ini, apa kata kamu, tembak kepala kamu," ucap Ismael Koto.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Solok, Iptu Heddy Permana Putra membenarkan video tersebut. Menurutnya saat ini pihaknya sudah monitor kejadian itu.
Sementara untuk lokasi kejadian tersebut menurut Heddy terjadi di daerah Singkarak.
"Lokasi di Singkarak, namun laporan (polisi) di Solok Kota. Karena sesuai lokasi kejadian. Laporan harus di Solok Kota,"jelasnya.

Sementara untuk tidak lanjut kasus ini, Heddy mengaku masih ditangani oleh anggotanya. Dia belum merincikan tindak lanjut dari kasus itu.
"(Perkara ditangani Polres Solok Kota) bukan ngambil ambil alih, tapi sesuai sesuai lokasi kejadian. Laporan harus di Solok Kota," tutupnya.
Dalam keterangan resminya diterima detikSumut, Ismael Koto mengaku benda yang dia todongkan pada Yulmar merupakan korek api yang menyerupai pistol. Dia membantah benda itu adalah pistol.
"Itu merupakan mancis yang seperti senjata api. Bukan senjata api," jelasnya.
Ismael Koto mengaku insiden itu terjadi usai dia tersulut emosi pada korban yang menurutnya berbelit dalam pembayaran hutangnya. Bahkan korban kata Ismael Koto memakai uang yang telah dia pinjamkan untuk hal lain.
"Dia minta bantu untuk usaha. Boleh buat hitam di atas putih, dan bahkan memberikan jaminan STNK atau surat tanah. Tapi saya jawab tidak usah sejauh itu. Sehingga saya pinjamkan. Lalu dia bersikeras bahwa uang yang dipinjamnya untuk usaha malah terpakai untuk yang lain," ungkapnya.
Sementara Ismael Koto juga membantah uang yang telah dia pinjamkan pada korban sebesar Rp 5 juta berkaitan dengan dengan suaranya pada Pemilu kali ini. Uang itu menurutnya murni utang pribadi.
Dalam keterangan resminya yang diterima, Ismael Koto mengaku benda yang dia todongkan pada Yulmar merupakan korek api yang menyerupai pistol. Dia membantah benda itu adalah pistol.
"Itu merupakan mancis yang seperti senjata api. Bukan senjata api," jelasnya.
Komentar Pedas