Warga Iran Turun ke Jalan Usai Gencatan Senjata Dua Pekan dengan AS

Publish Date: 08 Apr 2026


Thông tin phim


jalanviral.comTeheran – Ribuan warga Iran dilaporkan memadati jalan-jalan ibu kota Teheran pada Rabu dini hari (8/4/2026), menyusul pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat. Massa terlihat mengibarkan bendera nasional serta meneriakkan slogan sebagai bentuk dukungan terhadap sikap pemerintah.

Gencatan senjata ini disepakati sebagai langkah sementara untuk membuka ruang negosiasi antara kedua pihak. Dalam periode tersebut, aktivitas militer akan dihentikan, sementara jalur pelayaran di Selat Hormuz tetap dibuka dengan pengawasan militer Iran dan sejumlah pembatasan teknis yang belum dijelaskan secara rinci.

Media semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Iran bersama Oman berencana memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz selama masa gencatan senjata. Dana yang terkumpul disebut akan dialokasikan untuk membiayai proses rekonstruksi akibat dampak konflik.

Meski demikian, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa gencatan senjata ini tidak menandai berakhirnya konflik. “Kami tetap dalam kondisi siaga penuh. Kesalahan sekecil apa pun dari pihak lawan akan dibalas dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.

Di sisi diplomasi, pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 10 April 2026. Negosiasi ini diperkirakan akan membahas detail kesepakatan yang lebih luas, dengan tujuan memperkuat posisi Iran pascakonflik.

Pengumuman gencatan senjata muncul kurang dari dua jam sebelum batas waktu ultimatum yang diberikan oleh Donald Trump kepada Iran berakhir. Dalam ultimatum tersebut, Washington mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran apabila tidak tercapai kesepakatan dan Selat Hormuz tidak kembali dibuka. Iran sebelumnya menyatakan menolak ultimatum tersebut.

Di tengah euforia, sejumlah warga tetap menunjukkan sikap hati-hati terhadap kesepakatan ini. Sebagian menilai gencatan senjata berpotensi dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk memperkuat posisi strategis mereka.

“Kami sudah dua kali bernegosiasi ketika mereka menyerang. Bisa saja ini hanya taktik untuk mengulur waktu,” ujar seorang warga Teheran yang ikut dalam aksi tersebut.

Iran sendiri menegaskan bahwa konflik baru akan benar-benar berakhir jika rencana perdamaian 10 poin yang diajukan mereka diterima. Sementara itu, Donald Trump menyatakan kesiapan untuk membahas proposal tersebut.

Sekretaris Jenderal United Nations, António Guterres, menyambut baik kesepakatan ini. Ia menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional dan menjaga komitmen terhadap gencatan senjata demi terciptanya perdamaian jangka panjang di kawasan Timur Tengah.

Perkembangan situasi ini menjadi sorotan global, mengingat dampaknya terhadap stabilitas energi dan keamanan kawasan. Masyarakat dapat mengikuti pembaruan terkini terkait dinamika geopolitik dan isu internasional melalui berbagai sumber informasi, termasuk platform digital seperti jalanviral.com, yang menyajikan berita aktual secara cepat dan komprehensif.

Dengan proses negosiasi yang masih berlangsung, masa depan hubungan Iran–AS masih bergantung pada hasil diplomasi dalam beberapa hari mendatang.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas