7 Sayuran yang Ampuh Lawan Peradangan dan Cegah Penuaan.
Kondisi sakit berarti tubuh sedang mengalami peradangan. Untuk mengusir penyakit yang menyerang, Anda bisa mengonsumsi sejumlah sayuran yang ampuh melawan peradangan berikut ini.
Asupan makanan akan berpengaruh terhadap proses penyembuhan. Sejumlah sayuran sehat dipercaya dapat membantu melawan peradangan yang terjadi di dalam tubuh.
Peradangan sendiri merupakan proses di mana sel darah putih dan sistem kekebalan tubuh melawan infeksi yang disebabkan patogen seperti virus atau bakteri. Peradangan bisa berlangsung singkat atau lama.
Jenis peradangan kronis juga terkait erat dengan proses penuaan. Sebuah laporan yang diterbitkan di jurnal Aging and Disease mengatakan, peradangan yang tidak diobati dapat mempercepat proses penuaan dan meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan usia. Maka dari itu, melawan peradangan juga berarti membantu memperlambat penuaan.
Sayuran yang ampuh melawan peradangan
Mencegah terjadinya peradangan kronis melibatkan konsumsi makanan yang sehat, termasuk mengonsumsi sayuran. Melansir Eat This Not That, berikut sejumlah sayuran yang ampuh untuk melawan peradangan dan memperlambat penuaan.
1. Wortel
Baik mentah maupun dimasak, wortel mengandung banyak nutrisi yang beberapa di antaranya dapat membantu melawan peradangan. Menurut Journal of Functional Foods, wortel dapat mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh, yang juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Wortel dikemas dengan beta-karoten, karotenoid yang digunakan tubuh untuk membentuk vitamin A. Vitamin satu ini juga telah terbukti memiliki manfaat anti-inflamasi.
2. Paprika
Paprika adalah sayuran serbaguna yang bisa dinikmati secara dimasak atau dimakan mentah dengan saus kesukaan Anda. Menurut ahli diet, paprika juga membantu mengatasi peradangan untuk memperlambat penuaan.
Paprika kaya akan vitamin C dan vitamin A, yang merupakan antioksidan alami. Paprika juga tinggi serat dan air, menjadikannya sayuran yang menghidrasi. Tingkat antioksidannya yang tinggi juga menjadikannya antiinflamasi, yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh.
3. Brokoli
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Clinical Nutrition menemukan bahwa brokoli mampu menurunkan penanda inflamasi, seperti protein C-reaktif.
Brokoli tinggi akan sulfurophanes sebagai antioksidan alami yang sangat sehat dan bersifat antiinflamasi. Brokoli juga tinggi kalsium, serat, dan mengandung cukup banyak air, yang berkontribusi pada kemampuan antiinflamasinya.
4. Kentang
Meski banyak orang yang menentang konsumsi kentang karena mengandung banyak karbohidrat, namun nyatanya sayuran akar ini dikemas dengan nutrisi bermanfaat yang dapat memperlambat penuaan.
Kata ahli diet, kentang merupakan makanan kaya nutrisi yang kaya akan serat, potasium, vitamin C, dan dapat melawan radikal bebas. Kentang dapat menurunkan peradangan, kolesterol, dan tekanan darah dalam tubuh.
Potasium dalam kentang ditemukan dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit. Tingkat serat yang tinggi juga telah dikaitkan dengan peradangan yang lebih rendah di dalam tubuh.
5. Sayuran hijau
Sayuran hijau adalah sayuran penting untuk peradangan yang dapat dikonsumsi kapan pun seseorang membutuhkan peningkatan kekebalan tubuh. Pasalnya, sayuran hijau seperti bayam dan kangkung merupakan sumber yang sangat baik untuk vitamin, mineral, dan antioksidan.
Ahli diet mengatakan bahwa memasukkan sayuran berdaun hijau tua ke dalam menu makanan dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Sayuran berdaun hijau terdaftar sebagai makanan antiinflamasi yang bermanfaat karena tingkat antioksidan dan polifenolnya yang tinggi.
6. Bawang putih
Bawang putih tidak hanya enak dan kaya rasa, tetapi juga memiliki banyak manfaat untuk berbagai aspek kesehatan, termasuk membantu mengurangi peradangan.
Menurut Journal of Medicinal Food, bawang putih terdiri dari senyawa yang mengandung belerang yang memberikan manfaat antiinflamasi.
Faktanya, sebuah laporan yang diterbitkan di Anti-Cancer Agents in Medicinal Chemistry menyimpulkan bahwa senyawa organosulfur ini bahkan mungkin bermanfaat dalam
membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah pertumbuhan tumor atau kanker tertentu.
7. Bawang bombay
Bawang bombay adalah sumber potasium yang baik dan telah terbukti membantu mengurangi peradangan. Bawang bombay juga kaya akan antioksidan yang disebut quercetin.
Menurut jurnal Nutrients, quercetin mungkin memiliki khasiat yang bermanfaat untuk kekebalan Anda dan pengurangan penanda peradangan. Laporan lain menemukan bahwa efek antiinflamasi dari bawang bombay dapat membantu mengurangi gejala gangguan autoimun tertentu.
Komentar Pedas