Curhatan Einstein Kepada Adik Perempuannya Melalui Surat Yang Begitu Mengharukan, Begini Isinya
Surat peninggalan fisikawan Albert Einstein yang berisikan kehidupan pribadinya terungkap. Surat itu ditemukan dalam arsip milik saudara perempuannya, Maja Winteler.
Dalam lembaran surat tersebut, berisi kartu pos, foto Einstein saat berusia 5 tahun yang belum pernah terpublikasi sebelumnya serta dokumen-dokumen era 1897-1951.
Menurut Thomas Venning dari Christie’s - pengelola barang-barang koleksi Einstein – dalam surat tersebut terungkap salah satu fakta kedekatan fisikawan ini dengan Maja, saudara perempuannya.
Bahkan ia juga tidak segan berbagi keluh kesah tentang kekhawatirannya menjalani hidup.
“Dia mengatakan tentang apa yang orang-orang harapkan darinya setelah ia menjadi terkenal. Dan beberapa hal lain yang belum pernah saya lihat serta dia ucapkan di tempat manapun, tetapi Einstein mengungkapkan semuanya di dalam surat ini,” jelas Venning.
Isi Surat
Ada beragam surat yang Einstein kirim kepada adiknya. Misalnya pada 1924, setelah ia menyelesaikan temuannya tentang teori relativitas.
Di tahun itu, Einstein menulis surat kepada Maja yang penuh haru. Dalam surat itu dirinya merasa sudah tua dan otaknya berangsur melemah. Saat itu Einstein telah berusia 45 tahun.
“Secara ilmiah saya belum memberikan kontribusi banyak akhir-akhir ini. Sebab, otak saya berangsur-angsur melemah seiring dengan bertambahnya usia, dan hal itu tidak terlalu menyenangkan. Namun di satu sisi, hal ini juga berarti saya tidak akan bertanggung jawab untuk penemuan di tahun-tahun berikutnya,”
Thomas Venning dari Christie’s bahkan mengatakan bahwa ia belum pernah melihat atau membaca kekhawatiran Einstein seperti ini. Kekhawatiran yang ia tunjukan hanya kepada adik perempuan tersayangnya itu.
Menurutnya, ada satu surat lagi yang begitu menyentuh semua orang. Surat itu Einstein kirimkan kepada adiknya pada 1935.
Kebanggaan Einstein
Mengutip The Guardian, Kamis (28/9), satu surat yang Einstein yang dikirim kepada Maja pada 1935 begitu menyentuh hati. Isi suratnya tentang rasa bangganya telah memberikan kontribusi besar dalam ilmu pengetahuan.
"Dalam bidang penelitian fisika, ibaratkan kita sedang dalam situasi meraba-raba. Sebab, banyak pihak yang skeptis terhadap ilmu fisika. Harapan saya yaitu adanya sosok yang mampu bertahan hingga akhir untuk memperjuangkan ini. Tetapi, terlepas dari semua itu setidaknya saya merasa bahagia karena pencapaian utama saya dalam memberikan kontribusi ilmiah menjadi fondasi bagi ilmu pengetahuan kita saat ini," tulis Einstein.
Tidak hanya sampai disitu, bahkan ketika kebangkitan Nazi, Einstein menuliskan surat kepada Maja pada bulan September 1933 yang berceritakan tentang bagaimana dia melepaskan kewarganegaraan Jerman.
Komentar Pedas