Gempa M 5,4 Guncang Cilacap, Pusat Gempa di Laut dan Tak Berpotensi Tsunami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340275/original/003196000_1788499061-Screenshot_2026-09-04_121536.jpg)
jalanviral.com - CILACAP – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (4/9/2026) siang. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.04 WIB dan langsung menjadi perhatian masyarakat di sejumlah wilayah selatan Pulau Jawa.
Berdasarkan informasi awal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tercatat pada pukul 12.04.59 WIB. Episenternya berada pada koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur, atau sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap, Jawa Tengah. Gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Informasi ini menjadi hal penting bagi masyarakat pesisir selatan Jawa yang sempat merasakan atau mengetahui adanya guncangan pada Jumat siang.
Hingga laporan awal disampaikan, belum terdapat informasi resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa. Liputan6 sebelumnya juga melaporkan bahwa dampak yang ditimbulkan gempa masih belum diketahui ketika informasi pertama dipublikasikan.
Getaran gempa dilaporkan terasa hingga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebuah laporan media lokal menyebutkan guncangan terjadi ketika sebagian warga sedang mengikuti khutbah Salat Jumat. Data lokasi dan waktu yang disampaikan dalam laporan tersebut sesuai dengan parameter awal BMKG, yakni magnitudo 5,4 dengan pusat gempa sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap.
Dengan kedalaman sekitar 10 kilometer, gempa Cilacap kali ini masuk dalam kategori gempa relatif dangkal. Secara umum, gempa dengan hiposenter yang lebih dekat ke permukaan dapat menghasilkan guncangan yang lebih terasa di wilayah sekitar episenter. Namun, tingkat guncangan yang dirasakan di setiap daerah tidak selalu sama karena dipengaruhi jarak dari sumber gempa, kondisi tanah, karakter batuan, hingga konstruksi bangunan.
Gempa Dangkal Perlu Tetap Diwaspadai
Informasi gempa yang disampaikan pada menit-menit pertama juga bersifat cepat dan dapat mengalami pembaruan setelah BMKG melakukan analisis lanjutan. BMKG sendiri mengingatkan bahwa parameter gempa pada fase awal dapat berubah setelah data seismik dianalisis kembali oleh ahli seismologi.
Karena itu, masyarakat disarankan mengikuti informasi dari kanal resmi BMKG serta tidak langsung mempercayai pesan berantai yang belum dapat diverifikasi. Informasi terkait potensi tsunami, lokasi episenter, magnitudo maupun kedalaman gempa sebaiknya merujuk pada pembaruan resmi lembaga tersebut.
Catatan BMKG menunjukkan Indonesia memiliki aktivitas kegempaan yang tinggi. Posisi geografis Indonesia yang berada di kawasan pertemuan sejumlah lempeng tektonik membuat gempa bumi menjadi salah satu fenomena alam yang cukup sering terjadi di berbagai wilayah Nusantara.
Bagi masyarakat di Cilacap dan kawasan pesisir selatan Jawa, kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya memahami langkah keselamatan ketika gempa terjadi. Saat berada di dalam bangunan, masyarakat sebaiknya melindungi kepala dan menjauhi benda yang mudah jatuh. Setelah guncangan berhenti, evakuasi dapat dilakukan dengan tertib apabila kondisi bangunan dinilai tidak aman.
Untuk masyarakat yang berada di kawasan pantai, informasi resmi mengenai ada atau tidaknya ancaman tsunami harus menjadi rujukan utama sebelum mengambil keputusan. Dalam peristiwa gempa M 5,4 di tenggara Cilacap pada Jumat ini, informasi awal BMKG menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
Perkembangan terbaru mengenai gempa Cilacap dan berbagai peristiwa penting lainnya dapat terus diikuti pembaca jalanviral.com, dengan tetap menjadikan informasi lembaga resmi seperti BMKG sebagai acuan utama untuk perkembangan terkait aktivitas kegempaan.

Komentar Pedas