Jorge Martin Akui Alami Gangguan Mental saat Saingi Francesco Bagnaia untuk Gelar Juara Dunia MotoGP 2023
Jorge Martin akui alami gangguan mental saat saingi Francesco Bagnaia untuk gelar juara dunia MotoGP 2023. Sang pembalap Pramac Ducati buka bukaan tentang tekanan mental yang dihadapinya pada seri seri terakhir musim ini.
Martin harus puas menjadi runner-up MotoGP 2023 setelah kecelakaan pada balapan terakhir di Valencia. Dia pun mengakhiri musim dengan selisih 39 poin dari Bagnaia, yang menjadi juara untuk dua musim beruntun.
Kendati demikian, Martinator -julukan Martin- telah membuktikan diri bahwa tim satelit mampu bersaing dengan tim pabrikan dalam perebutan gelar juara. Dia pun mengungkapkan bahwa momen sapu bersihnya memenangkan sprint dan balapan di San Marino menjadi titik kebangkitannya musim ini.
“Saya pikir Misano adalah momen ketika saya berpikir 'Saya yang terkuat saat ini.' Menang di Misano, di kandang mereka, sungguh luar biasa. Itu adalah perasaan terbaik yang pernah ada,” kata Martin dilansir dari Speedweek, Kamis (7/12/2023).
Kemudian, Martin terus memupuk rasa percaya dirinya dalam balapan selanjutnya di India. Puncaknya, setelah kembali menyapu bersiih balapan di Jepang, dia merasa bisa menjadi juara MotoGP 2023 karena terpaut tiga poin saja dari Bagnaia.

“Di India saya memenangkan sprint dan berada di posisi kedua dengan ban yang salah. Lalu di Jepang saya memenangkan kedua balapan dan saat itulah saya berkata 'Oke, kita bisa memenangkan kejuaraan dunia,” jelas rider asal Spanyol itu.
Martin sempat mengambil alih puncak klasemen dari tangan Bagnaia dengan keunggulan tiga poin setelah memenangkan sprint di Indonesia.
Sayangnya, dia terjatuh dalam balapan utama di Sirkuit Mandalika dan kemudian melakukan kesalahan di Australia sehingga kembali tertinggal 27 poin dari sang bintang Ducati Lenovo.
Komentar Pedas