Kisah Heru Jejak Si Gundul 6 Bulan Survive di Hutan Kalimantan: Terpaksa Minum Darah Musang

Baru baru ini Heru Jejak Si Gundul menuai sorotan usai membagikan kisahnya yang survive alias bertahan hidup sendirian di Hutan Kalimantan.



Thông tin phim


Bukan sehari-dua hari, pria berkepala plontos itu diketahui mencoba hidup di hutan selama 6 bulan lamanya.

Uniknya, sudah pergi sendirian, Heru bahkan ambil risiko dengan tidak membawa alat-alat apapun untuk membantunya bertahan hidup.

Kisahnya ini bikin publik takjub karena keberanian Heru menjelajahi hutan Kalimantan seorang diri dan juga pengalaman-pengalaman tak lazim yang dialaminya.

Seperti apa kisah survivalnya?

Dikutip dari YouTube RJL 5 Kamis, (7/9/2023) , Heru rupanya melakoni petualangan 6 bulan di hutan Kalimanatan itu sejak 1997 silam, jauh sebelum dirinya dikenal di televisi.

Heru mengisahkan perjalanannya ke Kalimantan yang hanya bermodal tiket kapal.

Ia lantas membantu orang-orang di pasar demi mendapatkan upah agar bisa masuk ke hutan Kalimantan dan membayar perahu untuk menyebrangi sungai di sana.

Heru mengatakan di tahun itu hutan Kalimantan masih bagus dan tertutup.

Selama di hutan, Heru tak hanya berdiam di satu lokasi namun ia selalu menjelajah hutan setiap harinya.

"Di awal dua bulan pertama baru berasa, karena enggak bawa alat (belati), akhirnya cari kayu yang patah buat gali umbi-umbi, ada batu ditajamin, trus jadikan kapak, benar-bener belajar kayak manusia purba," ujar Heru.

Heru membuat shelter atau bivak sebagai tempatnya bernaung, namun rupanya ia malah diserang oleh semut-semut yang menurutnya berbahaya dan bisa mematikan.

"Saya nyebutnya semut PKI, itu kalo digigit rasanya perih kayak disilet, berasa dari kaki sampai ubun-ubun. Sangat berbahaya, banyak suveryor yang tewas digigit semut ini," kata Heru.

Hal itu membuat Heru akhirnya tak lagi tidur di bivak melainkan kini berpindah tidur di atas pohon.

Memasuki bulan-bulan berikutnya, Heru mulai mengalami kesulitan.

Ia begitu sulit mendapatkan air, mengingat di saat itu sedang musim kemarau.

Sang petualang itu bahkan sampai 6 hari tak minum karena tak mendapatkan air, "Udah bener-bener kering, nggak ada rawanya, di bulan awal masih aman cari air, lewat bulan ketiga udah susah cari air. Pernah sampai 6 hari saya nggak dapet air sama sekali. Jadi saya hanya menjilat embun-embun di daun," kata Heru.

Di perjalanan explore hutan dan mencari buruan makanan dan air, Heru punya pengalaman unik lainnya, dimana ketika ia ingin memasang perangkap untuk buruan hewan, justru ia yang terjebak.

"Waktu itu pasang perangkap, harapannya ada babi hutan yang terjerat, tapi ternyata saya nggak tahu itu area perburuan Suku Dayak. Belum sempet dapet hasil tangkapan saya yang kena perangkap orang Dayak," kata Heru.

Perangkap itu membuatnya bergelantungan di atas pohon tinggi selama berjam-jam. 

Ia berusaha mengumpulkan energi untuk melepaskan diri dari jeratan.

"Untungnya dulu saya atlet panjat tebing, jadi bisa terbebas meski selama tiga jam, karena nggak bisa semudah itu lepas dari jeratan, apalagi kondisi nggak ada tenaga," jelasnya.

Hingga beberapa hari kemudian ia bertemu buah berwarna merah di atas pohon.

"Saya ingat teori survival, apa yang dimakan orang utan artinya bisa dimakan manusia. Akhirnya saya tungguin dan lihat orang utan makan. Saya usir dia, terus gantian saya panjat pohonnya dan makan buahnya. Rasa buahnya manis agak asam, tapi baru sedikit makan perut saya perih. Akhirnya saya tahu itu buah untuk obat. Mau nggak mau saya makan daun apa aja yang ada, walau itu lemasnya minta ampun," kata Heru.

Di akhir-akhir bulan, dengan tenaga yang lemas, kelaparan dan kekurangan air Heru kembali membuat jebakan.

Beruntung, ada seekor musang yang masuk perangkapnya.

Lantaran tak memiliki air untuk dimunum, mau tak mau Heru harus meneguk darah musang.

Hilang seketika dahaga dan rasa hausnya yang telah tertahan berhari-hari.

"Saya ambil, saya minum darahnya musang untuk pelepas dahaga selama ini kekurangan air. Rasanya enak banget, jujur itu minuman terlezat yang saya minum. Bayangin aja berhari-hari nggak minum tenggorokan kering banget, trus dapat air walaupun darah, rasanya langsung plong," kata Heru seraya bersyukur.

image widget


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas