Siapa Nouhaila Benzina, Pemain Pertama Berjilbab dalam Sejarah Piala Dunia

Pemain sepak bola perempuan tim nasional Maroko, Nouhaila Benzina, mencetak sejarah dengan menjadi pemain pertama yang mengenakan hijab dalam turnamen Piala Dunia.



Thông tin phim


Benzina, yang berusia 25 tahun, mengenakan jilbab saat timnas Maroko berlaga melawan Korea Selatan.

Pemain yang memperkuat klub lokal ASFAR itu bermain sejak awal dalam laga laga lanjutan Grup H Piala Dunia Perempuan 2023 Stadion Hindmarsh, Adelaide, Australia, Minggu (30/07).

Benzina beberapa kali membantu penyerangan. Bahkan, ia sempat nyaris mencetak gol dari bola mati ketika dia melakukan tembakan voli di atas mistar.

Dia juga berjibaku agar tidak kebobolan, termasuk menghadang Ji So-yun, yang berlari kencang ke arah gawang Maroko dalam sebuah serangan balik.

Benzina kemudian dihadiahi kartu kuning atas aksinya itu.

Dalam laga ini, Benzina dkk berhasil menundukkan tim Korea Selatan dengan skor akhir 1-0.

Pada Piala Dunia 2023, Benzina lolos memperkuat negaranya, sekaligus penampilan perdananya bersama timnas Maroko.

Ini juga ajang pertama timnas Maroko di turnamen bergengsi, Piala Dunia Perempuan 2023.

Laga perdana Maroko di Piala Dunia Perempuan diawali pada 24 Juli 2023 lalu, saat mereka melawan tim Jerman.

Namun, saat itu Benzina belum dimainkan dalam pertandingan itu, karena dia ditempatkan sebagai pemain cadangan.

Jerman mengalahkan Maroko dengan skor 6-0.

Meski begitu, nama Benzina sudah muncul di beberapa situs berita internasional, karena menjadi pemain pertama dalam daftar tim yang mengenakan hijab pada pertandingan Piala Dunia.

Berdasarkan laporan kantor berita AFP, Benzina sudah membagikan beberapa postingan di media sosialnya yang menunjukkan dirinya memakai hijab di ajang Piala Dunia.

Namun, ia belum berbicara kepada banyak media internasional tentang hal itu.

Ia baru mengatakan kepada kantor berita Al Jazeera baru-baru ini bahwa ia akan bangga ketika ia dapat bermain mengenakan hijab.

“Kami telah melakukan banyak hal dalam beberapa tahun belakangan [untuk mewujudkan ini], dan alhamdulillah hasilnya positif,.

“Kami berharap dapat bertanding di level tinggi untuk membuat bangga para warga Maroko” ujar Benzina kepada Al Jazeera.

Beberapa cabang olahraga lain telah mencabut larangan pemakaian hijab dalam beberapa tahun terakhir, termasuk bola basket.

Namun, hijab masih tidak boleh digunakan dalam pertandingan sepak bola resmi di Prancis.

Induk organisasi sepak bola tertinggi di dunia, yakni FIFA, mencabut larangan pemakaian hijab pada 2014.

Sebelumnya, larangan mengenakan jilbab itu dilatari kekhawatiran akan keselamatan para pemain.

Kini, pemain perempuan diperbolehkan mengenakan hijab di lapangan atas alasan religius.

Hampir satu dekade setelah peraturan itu dicabut, Benzina menorehkan sejarah baru sebagai pemain pertama yang memakai hijab dalam sebuah pertandingan internasional FIFA.

“Perempuan lain akan melihat Benzina [dan berpikir] ‘saya bisa seperti dia‘ “, kata Assmaah Helal, salah satu pendiri Jaringan Perempuan Muslim dalam Olahraga dalam laman resmi Olimpiade, Olympics.com.

“Para pembuat kebijakan, pemangku kepentingan akan mengatakan 'kami perlu melakukan lebih banyak dalam negara kami agar dapat membuat ruang yang lebih terbuka dan inklusif bagi perempuan dewasa dan anak perempuan dalam olahraga ini',” katanya.

Kemenangan pertama Maroko melawan Korea Selatan

Maroko meraih kemenangan pertama mereka di ajang Piala Dunia Perempuan dengan mengalahkan Korea Selatan di Grup H pada Minggu (30/7), di Adelaide, Australia.

Walaupun tim Maroko berada di bawah Korea Selatan pada peringkat resmi timnas perempuan, tetapi tim asal benua Afrika itu mencetak gol di babak awal dari pemain depan, Ibtissam Jraidi.

Pada menit keenam, Hanane Ait El Haj melepaskan umpan silang dari kanan dan Jraidi merangsek ke depan dan menyundul bola yang masuk ke tiang jauh.

"Kami sangat senang upaya kami membuahkan hasil. Kemenangan ini untuk Maroko dan Arab, ini adalah buah dari kerja keras kami," kata Jraidi kepada wartawan.

Park Eun-sun nyaris membuat skor seri dengan sundulannya di ujung lain tetapi upaya penyerang itu melebar dari tiang gawang yang dijaga Khadija Er-Rmichi.

Kemenangan Maroko atas Korsel tak terlepas dari kinerja sang kiper, Er-Rmichi.

Dia berhasil menjaga gawangnya dai kebobolan, seperti yang dialaminya saat menghadapi Jerman dalam laga pembuka grup.

Korsel gagal menembus pertahanan Maroko yang kokoh.

Pelatih tim Maroko, Reynald Pedros, mengatakan, kemenangan Benzina dkk atas tim 'ginseng', tidak terlepas dari gaya permainan yang efisien di barisan pertahanan.

"Kami tidak mengubah filosofi kami [setelah kalah 0-6 dari Jerman],“ kata Pedros.

"Tim Korea tidak seperti tim Jerman dan kami memulai dengan sangat baik... Kami tampil efisien di kotak penalti, yang tidak terjadi saat melawan Jerman," tambahnya.

Kemenangan ini dia persembahkan kepada Raja Maroko.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas