WHO Soroti Lonjakan Hantavirus di Chile dan Argentina

Publish Date: 11 May 2026


Thông tin phim


Sau khi được sơ tán từ tàu du lịch MV Hondius, tâm điểm của đợt bùng phát dịch Hantavirus, các hành khách được phun khử khuẩn ngay tại bãi đỗ của sân bay Tenerife South trước khi lên chuyến bay tới Madrid, Tây Ban Nha, hôm 10/5. Ảnh: Reuters
Setelah dievakuasi dari kapal pesiar MV Hondius yang menjadi pusat wabah Hantavirus, para penumpang menjalani penyemprotan disinfektan di area parkir Bandara Tenerife South sebelum menaiki penerbangan menuju Madrid, Spanyol, pada 10 Mei.

jalanviral.com - Chile mencatat lonjakan signifikan kasus Hantavirus sepanjang tahun ini dengan tingkat kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Chile, sejak awal tahun hingga kini tercatat sedikitnya 39 kasus infeksi Hantavirus dengan 13 korban meninggal dunia, sehingga angka fatalitas mencapai sekitar 33 persen.

Peningkatan ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan karena menunjukkan tren yang lebih buruk dibandingkan 2025, ketika negara tersebut mencatat 44 kasus dengan 8 kematian atau tingkat fatalitas sekitar 18 persen. Informasi perkembangan wabah internasional seperti ini juga ramai diperbincangkan di berbagai portal berita global dan platform informasi viral seperti jalanviral.com.

Kasus-kasus infeksi tersebar di 9 dari total 16 wilayah Chile, terutama di kawasan tengah dan selatan negara itu. Wilayah terdampak meliputi Metropolitana, O'Higgins, Maule, Ñuble, Bío Bío, La Araucanía, Los Ríos, Los Lagos, serta Aysén.

Menurut laporan kantor berita EFE yang mengutip data resmi pemerintah, statistik epidemiologi publik menunjukkan bahwa selama periode 2020 hingga 2024, Chile rata-rata mencatat antara 30 hingga 70 kasus Hantavirus per tahun dengan tingkat kematian rata-rata sekitar 26 persen.

Kementerian Kesehatan Chile menyebut tingginya angka kematian tahun ini kemungkinan berkaitan dengan kondisi kesehatan masing-masing pasien serta keterlambatan diagnosis. Otoritas kesehatan menegaskan pentingnya pemeriksaan medis segera apabila muncul gejala yang dicurigai terkait Hantavirus.

“Peningkatan tingkat fatalitas tahun ini dapat dikaitkan dengan kondisi klinis pasien dan waktu diagnosis. Hal ini semakin menekankan pentingnya segera mencari bantuan medis ketika gejala mencurigakan muncul,” demikian pernyataan resmi kementerian.

Varian Andes, salah satu strain Hantavirus paling berbahaya yang diketahui memiliki potensi penularan antarmanusia, saat ini mendominasi di Chile dan Argentina. Wilayah tersebut juga menjadi titik keberangkatan kapal pesiar MV Hondius pada 1 April lalu, yang belakangan dilaporkan mengalami wabah Hantavirus dengan 8 orang terinfeksi dan 3 korban meninggal dunia.

Virus ini diketahui dapat menyebabkan komplikasi serius pada sistem pernapasan dan kardiovaskular. Penularan utamanya berasal dari tikus ekor panjang yang hidup di kawasan hutan lembap di selatan Chile dan Argentina. Sebagian besar kasus di Chile biasanya muncul selama musim panas.

Penularan terjadi ketika manusia menghirup partikel virus yang berasal dari urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat tersebut. Meski demikian, pemerintah Chile menyatakan bahwa kasus penularan antarmanusia terakhir yang tercatat di negara itu terjadi pada 2019 dan berhasil dikendalikan sebagai kasus terisolasi.

Sejak Januari lalu, Chile juga telah mempertahankan status peringatan kesehatan nasional guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengemukakan salah satu hipotesis bahwa beberapa penumpang kapal pesiar kemungkinan telah terinfeksi di Argentina sebelum naik ke kapal. Pemerintah Argentina kini tengah menyelidiki kemungkinan bahwa dua pasien pertama yang menunjukkan gejala di atas kapal tertular dari daratan.

Dua korban pertama tersebut diketahui merupakan pasangan suami istri asal Belanda yang telah melakukan perjalanan selama empat bulan melintasi Argentina, Chile, dan Uruguay sebelum akhirnya meninggal dunia akibat infeksi tersebut.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan Chile menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang menunjukkan kasus-kasus di kapal pesiar tersebut berkaitan dengan wilayah Chile.

“Untuk saat ini tidak terdapat bukti bahwa kasus terkonfirmasi dari kapal pesiar pernah melakukan penularan di wilayah Chile,” ujar kementerian tersebut.

jalanviral.com - Pihak berwenang juga menyebut Pusat Kontak Nasional Kementerian Kesehatan telah meminta informasi tambahan kepada WHO sesuai ketentuan International Health Regulations (IHR). Perkembangan wabah ini terus dipantau oleh komunitas internasional dan menjadi sorotan berbagai media kesehatan global, termasuk kanal informasi populer seperti jalanviral.com yang rutin membahas isu kesehatan dan fenomena dunia terkini.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas