Data Pasar Tunjukkan Bitcoin Bisa Jadi Sudah Membentuk Bottom pada Februari Lalu

Publish Date: 21 May 2026


Thông tin phim


Đồng xu biểu trưng của Bitcoin được đặt trước màn hình minh họa về thị giá. Ảnh: Reuters
Bitcoin Diduga Sudah Membentuk “Dasar” di Level US$60.000

jalanviral.com - Pasar kripto kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis menilai bahwa Bitcoin kemungkinan besar telah membentuk titik dasar (bottom) pada level US$60.000 dalam fase koreksi tahun ini. Sejumlah indikator on-chain dan data derivatif dinilai memperkuat asumsi bahwa tekanan jual terburuk mungkin telah berlalu.

Pertanyaan terbesar di kalangan investor saat ini adalah apakah pasar benar-benar telah mencapai titik terendah pada awal Februari lalu, ketika Bitcoin sempat turun mendekati US$60.000 sebelum akhirnya pulih kembali ke atas US$77.000.

Menurut James Van Straten, analis senior dari Coin Desk, tidak ada indikator tunggal yang dapat memastikan bahwa pasar sudah benar-benar mencapai dasar. Namun, kombinasi beberapa data penting menunjukkan bahwa fase pesimisme ekstrem kemungkinan telah berakhir.

Salah satu indikator utama yang diperhatikan adalah Realized Cap, yakni ukuran total nilai Bitcoin berdasarkan harga terakhir setiap BTC berpindah tangan di blockchain. Berbeda dengan kapitalisasi pasar tradisional yang dihitung berdasarkan harga terkini, Realized Cap dianggap lebih mencerminkan biaya akumulasi investor secara keseluruhan.

Data menunjukkan bahwa Realized Cap sebelumnya mencapai hampir US$1,12 triliun sebelum turun ke sekitar US$1,08 triliun saat Bitcoin kehilangan lebih dari 50% nilainya dibanding rekor tertinggi Oktober 2025. Penurunan tersebut termasuk salah satu penghapusan nilai terbesar dalam sejarah aset kripto.

Meski demikian, indikator itu kini mulai stabil dan membentuk pola konsolidasi yang mirip dengan fase dasar pasar bearish pada tahun 2022.

Indikator lain yang mendapat perhatian adalah RHODL Ratio. Rasio ini membandingkan kepemilikan investor jangka panjang — antara 6 bulan hingga 2 tahun — dengan investor baru yang memegang Bitcoin selama 1 hari hingga 3 bulan.

Saat ini, RHODL Ratio tercatat berada di atas level 5, menjadi angka tertinggi ketiga sepanjang sejarah Bitcoin. Sebelumnya, level yang lebih tinggi hanya tercatat pada dasar siklus pasar tahun 2015 dan 2022.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar pasokan Bitcoin masih berada di tangan investor jangka panjang. Sejak Februari, jumlah BTC yang dikendalikan kelompok holder jangka panjang bahkan meningkat lebih dari 400.000 BTC.

Selain itu, analis juga menyoroti funding rate kontrak futures perpetual yang bertahan negatif sejak Februari hingga Mei. Funding rate negatif berarti trader yang bertaruh pada penurunan harga harus membayar biaya kepada pihak yang mengambil posisi bullish.

Dalam banyak kasus, kondisi tersebut mencerminkan dominasi sentimen pesimistis di pasar. Ketika terlalu banyak posisi short terbuka, kenaikan harga kecil saja dapat memicu short squeeze yang menghasilkan dorongan beli tambahan.

Situasi serupa pernah terjadi pada beberapa peristiwa besar sebelumnya, termasuk krisis Silicon Valley Bank pada Maret 2023, pelepasan carry trade yen Jepang pada Agustus 2024, hingga aksi jual terkait kebijakan tarif pada April 2025. Menurut Van Straten, fase-fase tersebut pada akhirnya menjadi area dasar penting bagi Bitcoin.

Meski demikian, kekhawatiran investor belum sepenuhnya hilang. Tekanan harga yang membuat Bitcoin kembali bergerak di bawah area US$80.000 memicu spekulasi bahwa pasar masih berpotensi mengalami koreksi lebih dalam.

Dalam laporan terbaru dari K33 Research, siklus Bitcoin kali ini dinilai berbeda dibanding kejatuhan besar yang terjadi pada 2014, 2018, maupun 2022.

Pada siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya mengalami reli tajam setelah menembus area teknikal tertentu, namun kemudian berbalik turun dengan cepat akibat penggunaan leverage berlebihan dan euforia pasar yang tidak sehat.

Kepala riset K33, Vetle Lunde, menilai pemulihan saat ini berlangsung lebih lambat dan tidak disertai kondisi overheat seperti sebelumnya. Bahkan, data pasar derivatif menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung negatif.

Namun demikian, K33 tetap mengingatkan adanya sejumlah risiko. Posisi derivatif terbuka masih berada di level tinggi sehingga potensi volatilitas besar tetap terbuka jika Bitcoin kembali melemah.

Di saat yang sama, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar dana sebesar US$1,6 miliar pekan lalu, meskipun harga Bitcoin sempat mendekati level US$83.000.

Menurut K33, pola historis menunjukkan bahwa investor yang sebelumnya mengalami kerugian panjang cenderung menjual aset mereka ketika harga kembali mendekati titik impas. Pola tersebut dinilai mulai terlihat kembali di pasar saat ini.

Meski begitu, K33 tetap mempertahankan pandangan bahwa penurunan Bitcoin ke area US$60.000 pada Februari lalu kemungkinan besar sudah menjadi titik terendah terdalam dalam siklus kali ini.

Perkembangan pasar kripto global, analisis aset digital, serta tren Bitcoin terbaru juga banyak dibahas di jalanviral.com, yang belakangan menjadi salah satu referensi pembaca untuk mengikuti dinamika industri blockchain dan investasi digital secara lebih luas.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas