Jenius Tak Hanya Pintar, Siswi SMP Ini Jago Menggambar Juara Se Provinsi
Ariana Oktavia, siswi SMPN 13 Merauke di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, memiliki kemampuan di atas rata rata anak di kelasnya.
Tak hanya pintar di bidang akademis, siswi yang akrab disapa Arin itu juga piawai dalam membuat sketsa dan desain logo.
Gadis berusia 14 tahun tersebut telah mengoleksi berbagai prestasi yang patut dibanggakan orang tua, pihak sekolah, hingga teman-temannya.
Di bidang akademis, siswi yang masih duduk di kelas VIII tersebut selalu mendapat juara kelas baik itu rangking pertama maupun ketiga. Selain itu di bidang bakatnya, dia mendapatkan juara 1 lomba menggambar di tingkat kabupaten dan di tingkat provinsi. Bahkan dia pernah mengikuti lomba yang usia pesertanya terpaut cukup jauh dengan usianya seperti mahasiwa, kalangan profesional, dan orang dewasa lainnya.
"Ariana juga mengikuti lomba desain logo atau batch dari dinas pemuda olahraga untuk batch kwartir daerah pramuka Papua Selatan. Dia mendapatkan juara 3. Kami cukup bangga karena lawannya terendah itu dari mahasiswa, ada juga dari desainer, arsitek, orang kerja begitu, tapi karena dia satu-satunya anak SMP yang ikut dan mendapatkan juara 3," ujar Kepala Sekolah SMPN 13 Merauke, Viktor Warayaan, kepada detikcom belum lama ini.
Di sekolah, Arin juga kerap mengikuti lomba puisi dan mendapatkan juara pertama. Padahal di sekolah, Viktor mengenal Arin sebagai pribadi yang pendiam.
Viktor juga mengatakan Ariana memiliki kepribadian yang baik di sekolah dan di rumah. Ia mengatakan siswanya tersebut kerap membantu pekerjaan orang tua di rumah.
"Jadi Ariana ini anaknya tipe pendiam, pemalu, pembawaannya. Mungkin sudah sejak kecil dan di keluarga seperti begitu. Anaknya baik, kami sering komunikasi dengan orang tua. Dia juga rajin salat dan rajin bantu di rumah. Hanya terkesan anaknya ini pendiam. Tapi di balik diamnya ini dia punya bakat luar biasa," imbuh Viktor.
Ariana menceritakan awal mula ketertarikannya dalam dunia menggambar. Sedari kecil ia sudah tertarik menggambar objek-objek di sekitarnya.
"Dari kecil, biasanya lihat orang terus digambar saja. Kaya objek yang menarik saya gambar, kaya apel, kaya semut," ungkap Ariana.
Arin baru menyadari minat dan bakatnya tersebut ketika sekolah dasar di Jawa Timur. Ia mengaku sering melihat teman sekelasnya menggambar. Untuk diketahui, Arin pindah ke Merauke setelah lulus SD. Sejak saat itu ia menyusul orang tuanya yang telah lebih dahulu pindah.
Namun, bakat membuat desain yang dimiliki Arin tak lepas dari campur tangan sang ayah. Arin mengaku diajari ayahnya untuk membuat desain dan logo di laptop.
"Saya diajarin cara gimana cara jalanin PhotoShop dan aplikasi lain. Karena saya juga pengin diajarin, saya minta untuk diajarin cara untuk jalanin aplikasi lain di laptop, terus cara utk hapus file atau simpan file-nya," tutur Arin.
Selain itu, Arin juga kerap membantu sang ayah yang membuka usaha reparasi alat elektronik dengan membuka baut, mengecek kapasitor, hingga menyolder.
Diakui sang ayah, Ella Siswanto, Arin memang memiliki ketertarikan pada menggambar sejak kecil. Namun, yang Ella ingat, saat Arin di usia taman kanak-kanak, dirinya sering melukis. Hal itu mungkin yang membuat anaknya tertarik menggambar.
"Awalnya waktu dia mash taman kanak-kanak, sewaktu itu saya sering melukis. Sejak itu dia suka sekali menggambar. Tiap hari dia maunya menggambar terus. Lama-lama saya dukung dia ke bidang grafis. Seninya (memang) di bidang gambar," ujar Ella.
Ia pun merasa bangga atas prestasi yang didapat Arin. Selain itu ia pun mendorong Arin agar bisa mencapai impiannya menjadi desainer grafis.
Untuk diketahui, baru-baru ini Arin kembali mendapatkan juara pertama lomba menggambar tingkat SMP se-Provinsi Papua Selatan.
Beasiswa BRI
Ariana Oktavia merupakan salah satu siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari BRI melalui Desa BRILian Isano Mbias, Merauke. Total ada 12 siswa penerima beasiswa berprestasi yang terdiri dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Kepala Sekolah SMPN 13 Merauke Viktor Warayaan mengungkapkan beasiswa diberikan kepada siswa kelas VIII yang memiliki prestasi baik di akademik maupun prestasi di bidang lainnya. Beasiswa diberikan dalam bentuk uang tunai senilai Rp 5 juta kepada masing-masing siswa.
"Kami sangat senang dan berterima kasih kepada pihak Bank Rakyat Indonesia karena punya program bantuan kepada siswa berprestasi terutama siswa di sekolah kami. Ada tiga siswa yg mendapatkan bantuan beasiswa dari BRI, dan ini suatu langkah luar biasa yang diambil BRI. Kami berharap ke depan siapa tahu BRI bukan hanya memberikan tiga orang tapi mungkin bisa menambah kuota atau jumlah anak-anak penerima bantuan beasiswa," kata Viktor.
Kepala Kampung (Desa) Isano Mbias Panut Purwanto mengatakan, sejak terpilih menjadi Desa BRILian, Kampung Isano Mbias mendapatkan bantuan dari BRI. Tak hanya beasiswa, BRI juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang sebagian besarnya berprofesi sebagai petani.
"Alhamdulillah sebelumnya memang kita berjalan seperti biasa sehari-hari sebagai petani. Tapi dengan adanya desa BRILian ini, yang pertama sedikit banyak ada perubahan karena di Desa BRILian ini ada program-program di dalamnya.
Ada bantuan terkait masalah pembibitan buah-buahan, ada juga bantuan untuk anak berprestasi, ada juga bantuan alat sarana pertanian yang diterima oleh kelompok (tani) masyarakat yang ada di Desa Isano Mbias," ungkap Panut.
Pemimpin BRI Cabang Merauke, Abdul Muis mengatakan beasiswa tersebut diberikan dalam rangka perayaan kemerdekaan RI ke-76 pada Agustus lalu. Selain itu program ini pun sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diberikan oleh BRI.
"Memberikan beasiswa dalam rangka HUT RI yang ke-76 ke Desa Isano Mbias sebanyak 12 anak berprestasi, baik tingkat dasar sampai tingkat lanjutan atas. Satu siswa diberikan Rp 5 juta sehingga totalnya Rp 60 juta," tutup Abdul Muis.
detikcom bersama BRI tengah mengadakan program Jelajah Desa Brilian yang mengulas potensi dan inovasi desa di Indonesia baik dari segi perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata serta dampaknya terhadap masyarakat lokal maupun nasional.
Komentar Pedas