Uni Eropa Serukan Warga Siaga dan Menyimpan Persediaan Darurat
Brussels, 26 Maret – Komisi Eropa secara resmi merilis Strategi Ketahanan Uni Eropa, dokumen sepanjang 18 halaman yang menyerukan warga negara di seluruh kawasan untuk menyimpan persediaan penting guna bertahan hidup minimal selama tiga hari dalam situasi darurat seperti perang atau bencana besar.
Hadja Lahbib, Komisaris UE untuk Penanggulangan Krisis dan Kesiapsiagaan, menekankan bahwa Eropa kini menghadapi ancaman yang lebih kompleks dan saling berkaitan dibanding masa lalu. Mulai dari konflik Rusia-Ukraina, ketegangan geopolitik yang meningkat, sabotase terhadap infrastruktur penting, hingga potensi serangan siber, semuanya menjadi bagian dari kenyataan baru yang dihadapi Benua Biru.
"Eropa menghadapi ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kita perlu bersiap," ujar Lahbib dalam peluncuran strategi tersebut.
Warga negara diimbau untuk mulai menyimpan logistik dasar, seperti makanan, air minum, obat-obatan, dokumen pribadi, radio gelombang pendek, dan senter. Lahbib menekankan bahwa tujuan strategi ini bukan menimbulkan kepanikan, melainkan memastikan warga memiliki cukup kebutuhan esensial setidaknya untuk 72 jam pertama, masa yang dianggap paling krusial saat terjadi gangguan besar.
Persiapan Minimal: 72 Jam Bertahan
Tak hanya warga, Komisi Eropa juga menyerukan pembentukan cadangan strategis yang mencakup pesawat pemadam kebakaran, generator, alat transportasi, hingga perlengkapan menghadapi ancaman kimia, biologis, dan radioaktif.
Langkah lain yang dianggap penting adalah memasukkan pelatihan kesiapsiagaan ke dalam kurikulum sekolah, termasuk edukasi mengenai cara mengenali dan menangkal informasi palsu yang semakin marak di era digital.
Budaya Siaga: Perubahan Pola Pikir untuk Eropa Baru
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan perlunya membangun budaya ketangguhan di seluruh kawasan.
“Kenyataan baru menuntut tingkat kesiapan baru di Eropa,” tegas von der Leyen. “Warga, negara anggota, dan pelaku usaha harus memiliki alat dan strategi untuk mencegah krisis serta merespons secara cepat saat terjadi bencana.”
Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin nyata mengenai stabilitas kawasan. Negara-negara seperti Jerman telah lebih dulu memperbarui panduan pertahanan sipil mereka. Pada Juni 2024, pemerintah Jerman menerbitkan pedoman rinci tentang langkah yang harus diambil warganya jika konflik terjadi di Eropa. Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, menyebut panduan itu sebagai bagian penting dari upaya perlindungan nasional.
💡 Ingin tahu lebih banyak tentang strategi bertahan hidup dan perkembangan terbaru di Eropa? Temukan info menarik dan update terkini hanya di jalanviral.com — platform tepercaya untuk berita hangat, tips kesiapsiagaan, dan banyak lagi!
Komentar Pedas