Viral Para Pria Jurusan Tari Saat Pentas, Sanggulan Tapi Berjenggot
Warganet mendadak heboh ketika melihat video penampilan para mahasiswa mengenakan kostum baju kemben dan selendang seperti penari wanita. Para mahasiswa yang sebagian berjenggot dan berjakun terlihat percaya diri dilengkapi dengan riasan sanggul.
Penampilan para pria mahasiswa jurusan tari itu mulai viral berawal dari postingan akun Instagram @yogyasantuy. Dalam video terlihat, barisan depan mahasiswa bersanggul tapi berjenggot yang membuat warganet semakin ngakak.
Para mahasiswa itu terlihat sedang bersiap di depan gedung dan hendak mengikuti sesi foto. Ada yang tertawa karena melihat penampilan mereka yang tampak kompak.
"(Acara tersebut) diadakan pada tanggal 8 Desember 2023 yang mana pentas tersebut adalah program kerja dari HIMA SETA setiap tahunnya. Saya dan teman- teman kebetulan dominan dari jurusan Pendidikan Bahasa Daerah/Jawa membantu mengiringi pentas tersebut. Jadi, berkolaborasi antara HIMA SETA dan HIMA Jawa," ungkap Dharma.
Pria 21 tahun itu menjelaskan para pria jurusan tari itu mengenakan kostum penari Gambyong Lareanom, salah satu tarian yang berasal dari Jawa Tengah.

"Jadi, konsep dari tersebut adalah tari Gambyong Pareanom yang dikemas ulang dan dikreasikan oleh mahasiswa laki-laki. Dan diganti dengan judul Gambyong Lareanom yang berarti anak muda. Jadi, kostum tersebut masih dari tari Gambyong Pareanom yang biasanya dilakukan atau ditarikan oleh perempuan," kata Dharma.
Pria yang tinggal di Yogyakarta ini memberikan klarifikasi soal postingan akun Instagram @yogyasantuy yang sudah viral dan menyebutkan para mahasiswa itu sedang ujian akhir.

"Izin klarifikasi nggih, sebenarnya itu bukan ujian akhir mahasiswa seni tari. Akan tetapi itu adalah pementasan pentas akhir tahun, yang dimana itu adalah merupakan salah satu program kerja yang ada di himpunan mahasiswa seni tari," kata Dharma.
Dharma menuturkan dia yang bertugas mengiringi tariannya sebagai penabuh gamelannya. Melalui unggahannya dia ingin menumbuhkan semangat kepada generasi muda untuk melestarikan budaya.
"Mari berkreatifitas dengan totalitas, karena seni adalah ekspresi yang merujuk pada dalam jiwa kita," pungkasnya.
Komentar Pedas