Sederet Fakta Pilu di Balik Video Viral Ayah Jual Anak ODGJ Jadi PSK

Sebuah video viral di media sosial menarasikan seorang ayah di Jember mendandani anaknya yang ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) untuk dijadikan PSK (pekerja seks komersial). Setelah ditelusuri, ternyata ada fakta pilu di balik penampilan anak ODGJ dengan pakaian seksi dan riasan make up itu.



Thông tin phim


Viralnya video tersebut membuat pihak keluarga bereaksi keras. Mereka berencana melaporkan penyebar video yang menyebut ayah di Jember itu menjajakan keliling anaknya yang ODGJ.

1. Rumor Ayah Jadikan Anak ODGJ PSK

Kasus ini bermula saat beredar video berdurasi 18 detik memperlihatkan ayah dan anak berboncengan menggunakan sepeda kayuh. Mereka terlihat keluar dari sebuah gang. Sang anak tampak memakai riasan mencolok dan mengenakan pakaian seksi.

Dari penelusuran detikJatim, beredar informasi bahwa warga Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember itu mengeksploitasi anaknya yang ODGJ. Banyak orang yang menyebut si anak dijadikan PSK dan dijual ke pria hidung belang.

"Banyak informasi yang beredar dari anak-anak muda sekitar sini. Itu bisa dipake, bisa dipake itu. Tapi ada tiga orang saksi yang menyatakan sama, jika perempuan itu dijual bapaknya," kata seorang warga sekitar yang minta namanya tidak ditulis, Jumat (3/5/2024).

Menurut warga itu, ayah dan anak tersebut berasal dari keluarga kurang mampu yang tinggal berdua dalam satu rumah berukuran kurang lebih 5x6 meter. Kondisi rumahnya tidak layak. Si anak juga diketahui mengalami keterbelakangan mental.

"Selain itu, korban (si anak) itu juga ODGJ atau keterbelakangan mental. Kasihan jadinya. Kira-kira ibunya meninggal sekitar tahun 2020," ujar warga tersebut.

2. Camat Bantah Rumor Eksploitasi Anak

Camat Jenggawah Endro Lukito mengaku telah melakukan peninjauan ke rumah ayah dan anak tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan ada eksploitasi anak yang dilakukan sang ayah.

"Nah, terkait rumor yang ada di masyarakat, kami mengimbau untuk jangan sampai dikembangkan, karena khawatir hal ini jadi fitnah. Butuh pembuktian lebih lanjut terkait hal ini," ujarnya.

3. Dinsos Turun Tangan

Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember turun tangan terkait berita video viral ayah jual anaknya yang ODGJ. Dinsos Jember telah mengecek ke lokasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

"Dinsos kemarin bersama pak camat, kades, pak kampung dan lainnya melakukan penelusuran dan datang ke lokasi. Hasilnya memang kami tidak atau belum menemukan tuduhan itu benar," kata Kepala Dinsos Kabupaten Jember Akhmad Helmi Luqman.

"Kami juga tanyakan ke sejumlah tetangga yang informasi awal katanya tahu. Tapi setelah kami tanya ke para tetangga itu, mereka juga tidak tahu pasti. Mereka hanya bilang 'katanya-katanya'. Jadi kami juga belum bisa memastikan," imbuh Helmi.

4. Tidak Ada Bukti Eksploitasi Anak

Menurut Helmi, sejauh ini tidak ada bukti yang menguatkan bahwa sang bapak telah mengkomersialkan anaknya yang mengalami keterbelakangan mental. 

Lantaran tidak ada saksi yang melihat langsung atas apa yang dituduhkan.

"Jadi, kami dari Dinsos, yang bisa kami lakukan adalah pendampingan, karena kondisi si anak perempuan ini mengalami keterbelakangan mental," ujarnya.

Sementara Kapolsek Ambulu AKP Suhartanto mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pulbaket (mengumpukan bahan keterangan) terkait kabar tersebut. Dan hingga saat ini, belum ada bukti yang menguatkan soal kabar bapak yang mengkomersialkan anaknya itu.

"Bahkan, sudah ada yang mengikuti selama empat hari, tapi tidak mendapatkan bukti," tandasnya.

5. Awal Mula Rumor Beredar

Helmi menerangkan, si bapak memang sering mengajak anak perempuannya jalan-jalan pakai sepeda angin (ontel). Kabar bapaknya mengkomersialkan anaknya ke pria hidung belang itu muncul karena si anak selalu memakai pakaian seksi setiap kali pergi jalan-jalan bersama bapaknya.

Kabar tersebut semakin santer terdengar setelah ada yang mengambil gambar saat bapak-anak itu berboncengan sepeda di jalan. Video tersebut diunggah ke media sosial YouTube dan menjadi viral.

"Kabar itu semakin santer beredar setelah ada YouTuber yang mengunggah videonya ketika bapak dan anak ini jalan-jalan naik sepeda," terang Helmi.

6. Alasan Pilu Si Anak ODGJ Dandan Mencolok

Helmi membeberkan fakta pilu di balik alasan anak ODGJ itu selalu berdandan mencolok. Ia mengungkapkan, anak tersebut sering diolok-olok jelek oleh tetangganya. Hal ini diduga mendorong si anak berhias dan mengenakan pakaian seksi ketika diajak ayahnya jalan-jalan.

"Dia itu sering diolok-olok sama beberapa warga sekitar. Dibilang jelek. Jadi mungkin itu yang membuat dia akhirnya berpenampilan seperti itu. Ingin menunjukkan kalau tidak jelek. Ya maklum, kan memang dia mengalami keterbelakangan mental," jelasnya.

"Mungkin juga bapaknya ingin menunjukkan bahwa putrinya itu tidak jelek. Mereka biasanya jalan-jalan naik sepeda ke arah selatan atau Kecamatan Ambulu. Tujuannya adalah alun-alun Ambulu," sambung Helmi.

7. Keluarga Laporkan Penyebar Video

Pihak keluarga akan melaporkan pihak-pihak yang memberikan informasi yang dianggap hoaks tersebut. Paman si perempuan berinisial MS menantang orang-orang yang mengabarkan keponakannya dijadikan PSK untuk menangkap pelaku.

"Karena data tidak akurat dari si pemberi informasi. Maka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Seandainya informasi itu akurat, silakan (pelaku) dibawa (ditangkap). Saya selaku Kasun dan juga familinya mempersilakan kok," kata MS.

Menurut MS, informasi yang keliru itu telah berdampak negatif terhadap keluarga, terutama kepada keponakannya. Oleh karena itu, laporan polisi perlu dia lakukan.

"Karena akibat dari informasi tidak benar itu, keponakan saya jadi korban. Bahkan, ini keponakan saya sampai sakit. Tadi kami mendapat kunjungan dari aparat pemerintah, dari Bu Kades, Pak Camat, juga Dinsos lewat Liposos. Kasihan keponakan saya dan bapaknya," kata MS.

"Saya akan melaporkan orang-orang yang menyebarkan informasi itu. Bahkan, saya tidak terima saat ada informasi, keponakan saya dipakai orang tiga bahkan empat, hanya dibayar Rp 30 ribu. Kalau memang benar memang siapa pelakunya?" tandasnya.

MS menegaskan ia pernah membuntuti dari belakang ketika keponakannya itu dibawa jalan-jalan naik sepeda oleh sang ayah. Dan, faktanya yang dia melihat mereka memang hanya jalan-jalan.

"Yang benar dan saya pernah mengikuti saat membonceng anaknya bersepeda itu. Hanya mengantar si anak atas permintaannya, misalnya ke Ambulu. Itu diantar bersepeda, kalau capek berhenti di tengah jalan," ungkapnya.

"Bahkan pernah saya tahu, saat berhenti anaknya marah-marah. Ya bagaimana lagi, namanya keterbelakangan mental, terus lanjut perjalanan bersepeda lagi. Saya tahu juga, setelah itu sampai berhenti di alun-alun (Kecamatan Ambulu). Kemudian pulang kembali lagi, begitu. Jadi yang dilakukan hanya jalan-jalan," pungkas MS.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas