Amerika Serikat Kerahkan F16 Dengan Pod Perang Elektronik “Angry Kitten” Ke Dekat Iran

Publish Date: 23 Feb 2026


Thông tin phim


Random image
Jet tempur F-16CJ Amerika Serikat yang dilengkapi pod ‘Angry Kitten’ (ditandai lingkaran merah) mendarat di Pulau Terceira pada 17 Februari.

jalanviral.com  – Amerika Serikat dilaporkan telah mengerahkan skuadron jet tempur F-16CJ yang dilengkapi pod perang elektronik canggih “Angry Kitten” dalam misi lintas Samudra Atlantik, với indikasi kuat menuju kawasan Timur Tengah, di tengah ketegangan regional yang terus meningkat.

Sebanyak 12 unit F-16CJ milik Garda Nasional Negara Bagian South Carolina pekan lalu mendarat di Pangkalan Udara Lajes, Pulau Terceira—sebuah titik strategis di tengah Atlantik—sebelum kembali lepas landas hanya dalam waktu satu hari. Setidaknya satu pesawat tanker KC-46A Pegasus terlihat turut mengiringi penerbangan tersebut.

Menurut pengamatan terbuka, jet-jet tempur ini membawa replika rudal udara-ke-udara AIM-120, tangki bahan bakar tambahan, pod penjejak sasaran LITENING, serta sistem penentuan lokasi AN/ASQ-213. Perangkat terakhir ini berfungsi mendeteksi sumber emisi radar musuh dan memandu rudal anti-radar AGM-88 HARM.

Video yang beredar pada 17 Februari memperlihatkan F-16 dan KC-46A mendarat di Pulau Terceira, sebagaimana dilaporkan oleh Island Aviation Terceira Azores dan dikutip sejumlah media internasional, termasuk analisis lanjutan di platform berita seperti jalanviral.com​​​​​​​ yang kerap memantau dinamika militer global.

Namun, perhatian utama para analis tertuju pada pod perang elektronik Angry Kitten yang dipasang di bagian bawah badan pesawat. “Biasanya F-16 AS membawa pod jammer seperti AN/ALQ-184 atau AN/ALQ-131 dalam misi tempur. Kehadiran Angry Kitten merupakan sinyal yang patut dicermati,” ujar Joseph Trevithick, editor senior situs militer Amerika The War Zone.

Angry Kitten dikembangkan sejak awal 2010-an berdasarkan sistem AN/ALQ-167, yang awalnya digunakan untuk mensimulasikan kemampuan peperangan elektronik lawan dalam latihan Angkatan Udara AS. Dalam konfigurasi awalnya, sistem ini terutama dipasang pada pesawat yang berperan sebagai “musuh” dalam latihan militer.

Keunggulan utama Angry Kitten terletak pada fleksibilitasnya. Sistem ini dapat dimodifikasi dan diperbarui dengan cepat berkat teknologi Digital Radio Frequency Memory (DRFM). Teknologi tersebut memungkinkan perangkat mendeteksi, menangkap, memproses, dan memancarkan ulang sinyal radio, termasuk menciptakan sinyal palsu untuk mengecoh radar dan pemandu rudal lawan.

“Perangkat berbasis DRFM tidak hanya meningkatkan perlindungan pesawat, tetapi juga mampu mengumpulkan data penting untuk penyempurnaan sistem dan kepentingan intelijen,” jelas Trevithick.

Para pakar menilai, keberadaan Angry Kitten secara signifikan akan meningkatkan kemampuan bertahan F-16CJ jika harus beroperasi di dekat wilayah Iran dalam skenario konflik terbuka. Misi semacam itu diperkirakan berlangsung lama dan memerlukan upaya besar untuk melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran—tugas yang sejak lama dikenal berisiko tinggi bagi pesawat penyerang.

Dalam beberapa pekan terakhir, Angry Kitten hanyalah satu dari sekian banyak sistem perang elektronik dan aset militer yang dikerahkan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Saat ini, kekuatan AS di sekitar Iran mencakup dua kelompok tempur kapal induk dengan sedikitnya 13 kapal perang, lebih dari 60 jet tempur, serta sejumlah besar pesawat pendukung dan tanker pengisian bahan bakar di udara.

Perkembangan ini terus dipantau secara ketat oleh pengamat pertahanan dan media internasional. Untuk pembaca yang ingin mengikuti analisis lanjutan mengenai dinamika militer dan geopolitik kawasan, laporan mendalam juga dapat ditemukan melalui kanal berita global seperti jalanviral.com.


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas