Trump Tegaskan Syarat Pengurangan Tarif

"Kami dalam Posisi Mengendalikan"



Thông tin phim


Random image
 jalanviral.comPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan bahwa keputusan menerapkan tarif bukan tanpa alasan, melainkan untuk menempatkan AS dalam posisi strategis dalam setiap perundingan dagang. Dalam pernyataannya pada 3 April, Trump menyebut:
“Semua negara menelepon saya. Itulah keindahan dari apa yang kami lakukan. Kami berada di posisi mengendalikan situasi,” ujar Trump kepada para wartawan.
Pernyataan ini muncul sehari setelah ia mengumumkan kebijakan tarif balasan terhadap lebih dari 180 mitra dagang global, yang langsung mengguncang pasar internasional dan menuai reaksi keras dari berbagai negara.
Berdasarkan dekrit Presiden, sekitar setengah dari negara-negara tersebut akan dikenakan tarif umum sebesar 10% mulai 5 April. Sementara mitra dagang utama AS menghadapi tarif lebih tinggi, mencapai 50%, yang berlaku efektif mulai 9 April. Ini berarti negara-negara tersebut hanya memiliki waktu kurang dari satu minggu untuk melakukan negosiasi langsung dengan pemerintah AS.
Ketika ditanya apakah tarif tersebut dapat dikurangi melalui perundingan, Trump menjawab singkat namun tegas:
“Tergantung. Tarif hanya akan dikurangi jika mereka memberikan sesuatu yang bagus untuk kami.”
Hingga saat ini belum jelas apa yang dimaksud Trump dengan "sesuatu yang bagus", namun Presiden AS menekankan bahwa strategi tarif ini memberikan kekuatan negosiasi yang luar biasa bagi Washington.
“Dulu, ketika kami meminta bantuan dari negara-negara tersebut, mereka menolak. Sekarang, mereka akan melakukan apa saja untuk kami,” tambah Trump.
Pernyataan ini sedikit bertentangan dengan pandangan dari Penasihat Senior Peter Navarro dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick, yang sebelumnya mengatakan bahwa Presiden tidak mengincar kesepakatan soal tarif. Bahkan Gedung Putih sendiri menyebut tarif ini tidak seharusnya menjadi titik awal perundingan.
Namun, setelah pasar mengalami gejolak signifikan akibat kebijakan tarif, Trump menyatakan dari dalam pesawat Air Force One bahwa ia terbuka untuk berdiskusi dengan setiap negara secara individual.
Beberapa analis khawatir kebijakan ini dapat memicu penurunan pasar lebih dalam jika tidak ada langkah pelonggaran tarif dari Trump.
“Kami berharap tarif balasan ini dapat dinegosiasikan agar lebih ringan dan tidak berubah menjadi perang dagang ala tahun 1930-an. Kami percaya seni bernegosiasi tetap menjadi kekuatan pendorong Presiden,” kata Ed Yardeni, analis pasar.
Beberapa pejabat dalam pemerintahan Trump pun menunjukkan sinyal positif. Menteri Keuangan Scott Bessent meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru melakukan aksi balasan, sembari menegaskan bahwa:
“Jika kalian menurunkan tarif menjadi nol, kami juga akan menurunkannya menjadi nol,” ujarnya pada Februari lalu.
 Baca lebih banyak analisis mendalam dan liputan terkini seputar kebijakan global di jalanviral.com – tempat berita bertemu dengan perspektif baru!
Random image image widget


Bỏ Qua Quảng Cáo

Sau 5 giây sẽ có nút "Bỏ Qua Quảng Cáo"

Đang lựa chọn dữ liệu nhanh nhất gần vùng.

Nhập mật khẩu 123 để xem!

X

Komentar Pedas