Miris, Bumil Lompat Dari Gedung Karena Mertua Tak Izinkan Lahiran Caesar
Melahirkan merupakan momen bahagia di mana suatu keluarga akan menyambut anggota keluarga baru. Namun tampaknya bagi wanita Tiongkok berusia 26 tahun bernama Ma Nhung Nhung, melahirkan justru menjadi sebuah mimpi buruk.
Melansir eva.vn, disebutkan bahwa Ma Nhung Nhung dan ibu mertuanya, Duong Hoai Le, kerap terlibat percekcokan sejak awal kehamilannya.
Fakta bahwa dirinya hanya seorang mahasiswa membuatnya kerap dianggap remeh oleh ibu mertua.
Sejak Ma Nhung Nhung hamil, suaminya memang memboyong ibunya untuk membantu merawat Ma Nhung Nhung. Namun tampaknya kedua wanita tersebut memiliki pemikiran yang amat berbeda. Ma Nhung Nhung tinggal di kota dan memiliki pemikiran yang terbuka. Sementara ibu mertuanya yang berasal dari desa masih memiliki pemikiran yang kolot.
Konflik Ma Nhung Nhung dan ibu mertuanya itu kerap terjadi, mulai dari hal-hal kecil, seperti saat ibu mertua memaksanya untuk memakan labu setiap suami Ma Nhung Nhung, Dien Trang Trang, tak ada di rumah.
Tak punya pilihan lain, Ma Nhung Nhung pun terpaksa memakannya meski mual.
Ketika Dien Trang Trang mengetahuinya, ia tak hanya menasehati ibunya, melainkan juga menyalahkan Ma Nhung Nhung, menyebut istrinya itu lemah karena terlalu dimanjakan sejak lahir.
Pernikahan yang awalnya dikira akan membahagiakan justru membawa kepedihan untuk Ma Nhung Nhung.
Sebelum melahirkan, Ma Nhung Nhung juga sudah pernah menyarankan untuk mempertimbangkan operasi caesar. Namun ibu mertuanya langsung memarahinya.
"Tahukah kamu berapa biaya operasi caesar? Saat itu, saya melahirkan Dien Trang Trang. Saya mengertakkan gigi dan melahirkan secara alami," terang ibu mertuanya.
Ma Nhung Nhung pun langsung tak berani mengatakan apa-apa lagi. Di mata ibu mertuanya melahirkan secara caesar hanya pemborosan uang dan merugikan anaknya. Dien Trang Trang sendiri hanya terdiam tak membela istrinya meski mendengar hal tersebut.
Sampai akhirnya tiba saat Ma Nhung Nhung harus melahirkan. Setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa, dokter mengatakan bahwa janin di dalam perut Ma Nhung Nhung cukup besar, sehigga jika memaksa melahirkan secara normal bisa menimbulkan masalah.
Namun lagi-lagi ibu mertua menolak dan meminta Ma Nhung Nhung melahirkan secara normal. Seperti biasa, Dien Trang Trang pun selalu mengikuti keputusan ibunya.
Ma Nhung Nhung akhirnya terpaksa memutuskan mau mencoba melahirkan secara normal terlebih dahulu. Jika tak berhasil, ia akan mempertimbangkan untuk operasi caesar. Namun kenyataannya jauh lebih buruk dari yang ia bayangkan.
Sepanjang sore Ma Nhung Nhung berjuang melahirkan anaknya di rumah sakit. Ia sampai kelelahan, berbaring di lantai rumah sakit, dan terus mengatakan, "Saya tidak tahan lagi, saya tidak tahan lagi."
Tak tahan dengan rasa sakit yang dialaminya, Ma Nhung Nhung sampai memohon, meminta suaminya agar bersedia menandatangani persetujuan operasi caesar. Namun lagi-lagi ibu mertua menghalangi dan membujuk putranya agar tetap membiarkan istrinya melahirkan secara normal.
Meski melihat istrinya kesakitan, Dien Trang Trang tetap mendengarkan ibunya dan tak mau menandatangani persetujuan operasi caesar sang istri. Sampai pada akhirnya Ma Nhung Nhung benar-benar sudah tak tahan lagi.
Ketika seorang perawat datang untuk memeriksa kondisi Ma Nhung Nhung, ia membuat alasan untuk turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan keluar dari ruang bersalin. Tiba-tiba Ma Nhung Nhung memasuki ruang operasi yang tidak terkunci, membuka jendela dan melompat mengakhiri hidupnya.
Setelah kejadian tersebut, ibu mertua malah menyalahkan pihak rumah sakit. Namun polisi dan itoritas kesehatan menyelediki serta menetapkan bahwa rumah sakit tidak memiliki kesalahan serius selama proses perawatan.
Hanya saja karena kelalaian dalam perawatan, pihak rumah sakit setuju untuk mendisiplinkan para dokter dan perawat yang terlibat, serta memberi kompensasi sejumlah uang untuk keluarga Ma Nhung Nhung. Sedangkan perbuatan ibu mertua dianggap melanggar hukum dan merupakan tindak pidana dalam kekerasan rumah tangga terhadap wanita hamil.
Secara hukum ibu mertua dan putranya bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa Ma Nhung Nhung. Namun karena berbagai alasan obyektif, pada akhirnya pihak kepolisian tidak mengajukan tindak pidana terhadap 2 orang tersebut.
Komentar Pedas